Sidimpuan (SegmenNews.com)– Dua hari pasca kerusuhan yang terjadi di Polsek Barumun tengah, Palas, Sumut, keenam korban luka tembak yang dirawat di RSUD Psp, mulai membaik. Ada yang sudah bisa duduk sendiri, berjalan walaupun dipapah dan ada juga yang sudah terlihat bercanda dengan keluarganya. Namun, keenam korban luka tembak ini dijaga ketat polisi.

Keenam korban luka tembak itu, masing-masing; Murni Siregar (57), Huala Pulungan (18), Rustam Nasution (35), Masdawiyah Daulay (50), Rayan Pulungan (62) kelimanya warga Aek Buaton, dan Amir Pulungan (52) warga Hutabargot.

Amatan METRO (25/5) dari Ruangan Tulip RSUD Psp, Rustam Nasution, yang mendapat luka tembak pada kaki kiri, sudah dapat berjalan (walaupun masih dipapah) untuk ke kamar mandi.

“Bagaimana keaadaannya Bang?” tanya METRO ketika menyapanya di ruangan Tulip 2 RSUD Psp. “Lumayanlah Bang, sudah lebih baik walaupun masih terasa ngilu,” terang Ayah satu anak ini sambil memperlihatkan bagian kakinya yang diperban.

Begitu juga dengan Murni. Korban luka tembak pada bagian rusuknya ini sudah dapat duduk dan tersenyum ketika keluarganya menjenguk. Begitu juga dengan korban yang lainnya. Bahkan, Rustam, Murni, dan Masdawiyah sudah pindah menjadi satu ruangan.

Mereka sebelumnya satu ruangan bersama Kahar Harahap (54) dan Marasunduk Siregar (28), yang dirujuk ke Medan. Di sekitar gazebo (ruang tunggu) rawat bedah RSUD Kota Psp, terlihat beberapa personil polisi berpakaian preman berjaga-jaga untuk mengantisipasi keamanan.

Seperti di depan ruangan Tulip 2, tampak tiga personil yang selalu awas terhadap pengunjung yang datang untuk menjenguk para korban. Sekira pukul 14.00 WIB, empat personil Brimob dengan pakaian dan senjata lengkap, berdatangan di sekitar kamar perawatan enam korban.

Keempat personil ini terlihat duduk di bangku yang disediakan di sekitar rumah sakit. Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Satro, pada kunjungannya kemarin (24/3) menjelaskan, semua biaya perawatan dan pengobatan para korban akan ditanggung sampai sembuh.“Mulai dari biaya perawatan sampai pengobatan akan kami tanggung hingga sembuh,” ujar Kapolda saat itu.

Hari Ini Asrian Sempat Alami Sesak Napas
Asrian Harahap (31), warga Desa Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara, Kabupaten Padang Lawas, saat ini tengah dirawat intensif di RSUP H Adam Malik Medan. Asrian mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kanan.

“Pasien tiba di RS Adam Malik, Minggu (24/3) dinihari. Kondisinya stabil dan sadarkan diri. Namun, tidak mau ditemui oleh siapapun. Semalam polisi datang, dia tolak karena polisi itu tidak membawa surat keterangan,” kata Kabag Hukum Organisasi dan Humas RSUP HAM Hasan Basri, Senin (25/3).

Saat ini, kata Hasan, pasien belum dilakukan operasi untuk mengeluarkan benda dari tubuhnya. “Kita tidak tahu apakah proyektil atau benda lain, ini mau discanning untuk mengetahuinya. Lagipula pasien semalam sesak nafas, maka tindakan yang kita lakukan yaitu pemasangan oksigen dan thorax drain, karena diduga ada cairan di dalamnya,” tegasnya.

Hari Ini Mediasi
Sementara itu, Pemkab dan DPRD Palas akan melakukan langkah mediasi dalam persoalan polisi bentrok dengan warga Aek Buaton, Kecamatan Aek Nabara Barumun, yang terjadi Sabtu (23/3) lalu.

Menurut Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO), besok (hari ini), Selasa (26/3) pihaknya akan melakukan pertemuan dengan masyarakat Aek Buaton, Huta Bargot, Batu Sundung, Sidongdong, membicarakan solusi terbaik dalam hal persoalan tersebut.

“Besok (hari ini, red) kita akan melakukan pertemuan dengan warga, untuk membicarakan persoalan ini. Apa solusi yang akan dilakukan. Bahkan kita akan memediasi antara warga dengan polisi,” jelas Bupati.

Untuk saat ini sebut bupati, pihak Pemkab Palas sudah menginstruksikan Camat Aek Nabara Barumun Jamal Siregar, untuk mencek kondisi masyarakat yang tertembak di rawat di RSUD Padangsidimpuan (Psp), termasuk akan memberikan bantuan dalam hal perawatannya.

Anggota DPRD Palas Erwin H Pane menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Palas H TSO, Senin (23/3), untuk membicarakan langkah yang dilakukan dalam hal tersebut. Dan sudah ada kesepakatan, kalau Selasa akan dilakukan pertemuan dengan warga terlebih dahulu.

“Saat ini pertemuan dengan warga saja dahulu. Nanti membicarakan solusinya, apa yang terbaik dilakukan,” tukasnya. Ditanya mengenai Pansus DPRD yang akan dibentuk dalam hal persoalan ini? Erwin menjawab, agar menunggu terlebih dahulu, hasil pertemuan dengan masyarakat.
“Tunggu dulu gimana hasil pertemuan saja,” ucapnya.

Sementara kondisi kampung Aek Buaton saat ini, belum begitu normal sebagaimana aktivitas biasanya selama ini. “Belum normal seperti biasa. Sejumlah warga masih mengungsi ke tempat keluarganya. Dan, ada pula yang pergi ke ladang dan menginap beramai-ramai karena ketakutan,” terang Kades Aek Buaton Hosni Mubarok Nasution. (mso/rn)