Banjir Bandang di Madina beberapa waktu lalu. (foto metro siantar online)
Banjir Bandang di Madina beberapa waktu lalu. (foto metro siantar online)

Madina (SegmenNews.com)– Warga korban banjir di beberapa desa dan kecamatan yaitu kecamatan Panyabungan dan Nagajuang di Kabupaten Mandailing Natal akan memeroleh bantuan bahan bangunan dari pemerintah. Rencananya akan direalisasikan tahun ini juga.

Bantuan ini diperoleh dari pemerintah pusat dan juga dari Pemkab Madina. Demikian disampaikan Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rispan Zulyardi kepada METRO siantar online, Senin (1/4).

Dijelaskan Rispan, Pemkab Madina sudah berupaya maksimal untuk meloby dana penanggulangan pasca banjir yang sudah menyebabkan kerugian hampir Rp45 miliar di kecamatan Panyabungan, Nagajuang dan kecamatan Panyabungan Barat. Dan saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan.

“Insya Allah, tahun ini bantuan akan direalisasikan berupa bahan bangunan bagi warga korban banjir di beberapa desa dan kecamatan di Madina, khusus di kecamatan Panyabungan yang mengalami kerugian harta benda, yaitu hanyut dan rusak berat rumah warga seperti di desa Manyabar, Gunung tua, Gunung Manaon, Sopo Batu dan desa lainnya.

Kerugian diperkirakan lebih dari Rp44 miliar, dan jika tidak ada halangan beberapa bulan ini akan disalurkan,” ungkap Rispan. Khusus bagi korban banjir di Desa Sirambas Kecamatan Panyabungan Barat yang terjadi pada hari Sabtu kemarin, Rispan menjelaskan saat ini semua warga yang rumahnya tergenang sudah kembali ke rumah masing-masing dan hanya ada beberapa rumah yang rusak.

“Dari data kami, 1 unit rumah hanyut dan 1 unit rumah bagian dapurnya juga hanyut, sedangkan 80-an rumah yang lain hanya tergenang saja. Pada saat kejadian ada sekitar 250-an jiwa yang mengungsi ke gedung SDN di desa itu juga.

Namun pada Minggu sore kemarin semua warga sudah menempati rumahnya masing-masing. Sejauh ini Pemkab sudah memberikan bantuan bahan makanan secukupnya kepada warga, dan sudah melakukan pelurusan sekaligus pengerukan sungai yang menyebabkan banjir,” tambahnya.

Mendengar informasi itu, Ismail Nasution (32) salah seorang korban banjir di desa Manyabar kecamatan Panyabungan mengaku senang atas rencana bantuan pemerintah itu.

“Yang pasti sampai saat ini kami sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah kami, karena sampai hari ini masih banyak rumah warga yang tidak bisa ditempati akibat tidak memiliki dana untuk itu,” akunya. (*)