sbyJakarta (SegmenNews.com)– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, masalah kenaikan Bahan Bakar Minyak akan difinalkan. Menurut dia, ada dua opsi menaikkan BBM secara merata dengan bantuan, atau kenaikan hanya untuk yang mampu saja.

“Goal kita menurunkan subsidi, solusinya menaikan harga BBM, pilihannya apakah harga BBM akan dipukul rata dengan bantuan, atau apa bagi yang patut mendapatkan subsidi,” katanya saat pembukaan Munas Apindo IX, Senin (8/5) kemarin.

SBY menambahkan, makro ekonomi Indonesia saat ini harus benar-benar dijaga agar sehat. “Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, inflasi naik, kemiskinan meningkat, Saya pengalaman tiga kali naikan, 2005 dua kali, 2008 satu kali. Dan ketika dinaikkan, harga-harga naik sekali,” ujar SBY.

Dia mengatakan, bila perhitungan kenaikan BBM, harus sesuai dengan kenaikan harga barang-barang lain. Akan tetapi, kenaikan barang-barang lain lebih dari perhitungan kenaikan BBM bersubsidi.

“Tapi saat diturunkan BBM diturunkan tiga kali di 2008, mestinya harga-harga turun masalah tidak terjadi. Elastisitas penurunan BBM dan penurunan harga barang kecil sekali,” katanya.

Oleh karena itu, SBY meminta agar angka itu dihitung seksama bila suatu saat nanti dinaikkan. “Rakyat akan terpukul tapi akan adil bila mendapatkan bantuan. Walaupun BBM naik,” tukas dia. (okz/knc/snc)