Sekelompok pemuda berdiri di jalan rusak masing-masing memegang ranting kayu dan meminta sumbangan kepada pengendara (foto diambil Jum'at, 12/4/2013)
Sekelompok pemuda berdiri di jalan rusak masing-masing memegang ranting kayu dan meminta sumbangan kepada pengendara (foto diambil Jum’at, 12/4/2013)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Banyaknya ruas jalan Provinsi Riau di jalan lintas Simpang TB, Tandun Kabupaten Rokan Hulu menuju Kampar dan Pekanbaru rusak parah dan berlobang, membuat pengendara mengeluh. Lain halnya para oknum masyarakat setempat yang memanfaatkan untuk mengais rezeki atau meminta-minta (pak ogah) di jalan yang rusak.

Pemandangan pak ogah jalan rusak tersebut sudah tidak asing lagi bagi pengendara yang lewat. Namun kali ini sekelompok pemuda yang berada di jalan lintas pertapahan yang rusak mulai menampakkan kearoganannya kepada pengendara yang tidak memberikan sumbangan.

Dikatakan pengendara, Asri (35), Jum’at (12/3/2013) dia mendapatkan perlakuan yang kasar saat melintas di sepanjang jalan raya Pertapahan hendak menuju PasirPangaraian dari Pekanbaru. Katanya, sekelompok pemuda berdiri di jalan rusak yang berlobang cukup besar, mereka menanam batang-batang kayu kecil. Ketika mobil xenia yang di kendarainya mulai melambat, seorang dari mereka menadahkan bakul kardus meminta sumbangan.

Bapak dua anak ini tidak memberikan uang, melihat teman tidak mendapatkan uang, maka temannya yang berada di ujung jalan rusak mulai marah, dan memukulkan sepotong dahan kayu ke mobil Asri.

“Mereka terlihat marah karena tidak saya beri uang, salah satu teman mereka memukul depan mobil saya dengan ranting dahan kayu. Sekelompok pemuda itu masing-masing memgang dahan kayu, entah untuk apa,” ceritanya.

Menurut Asri peminta sumbangan di jalan rusak tersebut memang kerap terjadi, namun hal itu sudah menjadi pemandangan yang biasa, tapi anehnya hingga saat ini pemerintah Provinsi terkesan tutup mata untuk memperbaiki jalan. Jika hal itu terus berlanjut ditakutkan akan menimbulkan kriminalitas.

Dari pantauan SegmenNews.com di sepanjang jalan tersebut, khususnya di jalan rusak, ada beberapa warga yang berpura-pura menimbun jalan dan meminta sumbangan kepada pengendara yang lewat, namun ada juga warga yang benar-benar melakukan penimbunan dan meminta sekedar uang lelah.

Yang meminta-minta berkedok menimbun jalan tersebut berfariasi, ada sekelompok pemuda, ada juga suami istri dan tak jarang ditemukan anak-anak. (r4n)