tahanan UNPekanbaru (SegmenNews.com)–  Dua tahanan anak kasus narkotika penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis dan Lapas Kelas II A Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mengikuti Ujian Nasional 2013.

“Selain dua tahanan anak yang terkena kasus narkotika dan masih berstatus pelajar tersebut, juga ada dua anak lainnya dalam kasus lain yang juga mengikuti UN hari ini,” kata Kepala Devisi Pemasyarakatan pada Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwilkumham) Riau, Nugroho, seperti nyang dikutip dari Antara.

Total ada empat anak berstatus pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mengikuti UN 2013 di dalam Lapas yang ada di Riau, tegasnya.

“Selain tersangkut kasus narkotika, dua anak lainnya itu tersangkut kasus perlindungan anak dan satu lagi terlibat kasus penipuan,” katanya.

Untuk satu pelajar yang tersangkut kasus perlindungan anak, kata dia, merupakan warga binaan di Lapas Kelas II B Anak Pekanbaru.

Sementara seorang lainnya yang terlibat kasus penipuan, kata dia, merupakan warga binaan Lapas Kelas II A Bengkalis.

Untuk satu, anak yang terlibat kasus penipuan, kata dia, sudah menjalani masa hukuman atau berstatus narapidana.

“Sementara tiga lainnya masih berstatus tahanan atau belum melalui sidang vonis di pengadilan,” katanya.

Sesuai dengan amanatnya, kata Nugroho, pelaksanaan UN di dalam Lapas juga diawasi oleh pihak sekolah dan pengawas independent.

Sementara dari pihak Lapas, kata dia, hanya menyediakan fasilitas mulai dari ruangan, alat tulis, meja dan kursi yang mencukupi agar warga binaan bisa dengan nyaman melaksanakan Ujian Nasional.

“Selain itu, kami juga menyediakan fasilitas pengamanan yang tentunya untuk menjaga ketertiban,” katanya.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Riau menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan peserta UN setingkat SMA/SMK dan Madrasyah Aliyah (MA) serta SMA-Luar Biasa (LB) 2013 di wilayah itu ada sebanyak 69.914.(*)