int
int

New York (SegmenNews.com)– Dua miliuner pengelola hedge fund kehilangan US$ 640 juta (Rp 6 triliun) sejak akhir pekan lalu, gara-gara anjloknya harga emas dunia. Mereka adalah John Paulson dan David Einhorn.

Kehilangan itu tercatat dalam laporan mereka kepada Securities Exchange Committee (SEC), yang dikutip Forbes, Selasa (16/4/2013). Kerugian paling banyak diderita melalui penempatan emas dalam jumlah besar di SPDR Gold ETF.

Harga emas yang anjlok langsung mempengaruhi nilai tukarnya di bursa berjangka, disusul dengan anjloknya harga komoditas lain seperti kedelai dan minyak mentah. Harga emas fisik sudah anjlok lebih dari US$ 200 per ounce, jatuh lebih dari 15% dalam dua perdagangan terakhir.

Para pialang di pasar emas berjangka kena imbasnya, bahkan beberapa di antaranya adalah investor kelas kakap. John Paulson, pemilik hedge fund dengan dana kelolaan US$ 20 miliar (Rp 190 triliun) ikut kena getahnya.

Paulson sudah kehilangan lebih dari US$ 171 juta (Rp 1,6 triliun) dalam dua perdagangan terakhir. Ia juga kehilangan US$ 430 juta tambahan dari 21,8 lembar kepemilikan sahamnya di SPDR Gold Trust, sehingga totalnya mencapai US$ 601 juta.

Paulson juga menempatkan dana di beberapa produsen emas yang juga terkena imbasnya, yaitu AngloGold Ashanti, Freeport McMoran, dan Novagold.

Paulson & Co. adalah pemegang saham terbesar AngloGold dengan kepemilikan lebih dari 7% saham. Dari sahamnya itu, ia menderita kehilangan US$ 93 juta.

Sementara di Novagold, Paulson punya 11,36% saham, sehingga kehilangan US$ 13,3 juta gara-gara anjloknya harga emas itu. Sementara di Freeport McMorani ia rugi US$ 31,7 juta.

Rekannya sesama miliuner yaitu David Einhorn, juga mengalami kerugian yang cukup dalam, meski belum sebanyak kerugian Paulson. Greenlight Capital milik Einhorn punya posisi cukup penting di Market Vectors Gold Miner ETF dan Barrick Gold

Perusahaan hedge fund milik Einhorn itu sudah menderita kehilangan US$ 9,7 juta di Market Vectors Gold Miner ETF. Sementara di Barrick Gold ia merugi US$ 31 juta, digabungkan jadi US$ 40,7 juta.

Masih belum jelas apa pemicu aksi jual besar-besaran di komoditas emas. Banyak diberitakan, harga emas anjlok gara-gara penjualan stok cadangan emas bank sentral Siprus sebanyak 14 ton dan juga karena melambatnya perekonomian China di kuartal I-2013 ini. (detikfinance.com)