Port Moresby – Seorang pria asal Melbourne, Australia, tewas dibunuh sekelompok pria di Papua Nugini. Lebih parahnya lagi, kekasihnya, seorang wanita berkewarganegaraan Filipina diperkosa bergiliran oleh para pelaku.

Robert Purdy (62) tewas ditembak dari jarak dekat oleh sekelompok pria, yang diduga berjumlah 10 pria, yang menyambangi rumah singgahnya di pinggiran wilayah Gunung Hagen. Insiden ini terjadi pada Senin (15/4) pagi waktu setempat.

Saat kejadian, Purdy berada di dalam rumah bersama kekasihnya. Setelah membunuh Purdy, sekelompok pria tersebut memperkosa wanita yang diketahui berasal dari Filipina itu. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (16/4/2013).

Kini, wanita yang tidak disebutkan identitasnya tersebut tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Belum diketahui pasti apa kaitan para pelaku dengan Purdy, yang diketahui menjalani urusan bisnis di Papua Nugini. Di Gold Coast, Purdy yang biasa dipanggil Bob ini menjalani bisnis mobil derek selama 20 tahun terakhir.

“Motif pembunuhan warga Australia ini masih belum jelas, sama halnya dengan identitas para pelaku,” ujar kepala aparat wilayah Western Highlands, Teddy Tei kepada surat kabar Post Courier.

Lebih lanjut, Tei menyatakan, tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari kediaman korban. Sementara itu, polisi juga belum bisa memastikan apakah si pemilik rumah yang sebenarnya, yang sedang berada di Sydney, Australia saat kejadian, menjadi target sebenarnya.

“Saya megecam aksi kekejaman seperti binatang semacam ini. Tindakan ini benar-benar tidak berperikemanusiaan,” tegas Tei.

“Kami akan terus menyelidiki insiden ini dengan sangat serius, karena kasus semacam ini berdampak negatif pada citra negara ini,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, pernah terjadi pembunuhan brutal seorang wanita berumur 20 tahun. Kepari Leniata yang sudah menjadi seorang ibu, ditelanjangi dan kemudian dibakar di depan umum karena dicurigai membunuh seorang anak dengan ilmu hitam. (nc/dtc)