Ilustrasi
Ilustrasi

Pelalawan (SegmenNews.com)– Sering padamnya listrik di Pelalawan belum teratasi, walau Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah melayangkan surat ke BUMD Tuah Sekata untuk tidak mematikan listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), tetap tidak di indahkan. Imbasnya para pelajar SMA sederajat terancam nilai hasil ujian nasional di tahun 2013.

Hal itu membuat sejumlah pelajar resah dalam mengikuti UN, sebab saat UN berlangsung mereka terpaksa mengipas-ngipas karena gerah. Mereka juga mengaku kesulitan belajar di malam hari, padahal mereka full belajar dimalam hari untuk mengahadi Ujian Akhir tersebut.

Seperti yang dituturkan seorang pelajar di salah satu SMA di Pangkalan Kerinci, Iwan, Rabu (17/4/2013), dirinya dan rekannya takut kalau-kalau nilai UN mereka nantinya jauh dari harapan, sebab mereka gerah saat Ujian di sekolah dan terpaksa mengguanakan lampu teplok yang cahayanya tidak seberapa untuk belajar.

“Kita heran, listrik Pemda (BUMD) dan PT PLN sama-sama mendapat pasokan dari PT RAPP. Tapi kenapa yang sering padam hanya aliran Tuah Sekata. Sedangkan kami harus belajar untuk bisa lulus UN dengan nilai baik. Tetapi kalau begini siapa yang di salahkan kalau hasilnya jauh dari target,” ujar Iwan pelajar salah satu SMA di kota Pangkalan Kerinci.

Wakil Bupati Pelalawan Drs Marwan Ibrahim atas dama Pemkab Pelalawan telah melayangkan surat ke BUMD Tuah Sekata untuk meminta tidak mematikan listrik, setelah turun meninjual pelaksanaan UN di hari pertama, banyak pelajar gerah setelah ruangan tidak di aliri listrik.

“Alhamdulillah, dari hasil peninjauan yang kita lakukan ke beberapa sekolah, secara keseluruhan UN di Kabupaten Pelalawan berjalan lancar. Hanya yang menjadi sedikit terkendala adalah lampu mati di saat para siswa tengah melaksanakan UN, dan saat belajar malam jadi kurang nyaman,” terang Wabup Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, pada sejumlah media usai melakukan peninjauan pelaksanaan UN beberapa waktu lalu.

Tapi hal itu tidak di gubrih dan pihak BUMD Tuah Sekata terkesan cuek, walau keluhan serupa juga telah di rasakan oleh ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kecil yang harus gulung tikar. Setelah jadi pelanggan listrik BUMD Tuah Sekata tidak usaha mereka tak dapat berjalan lancar.

Sedangkan BUMD Tuah Sekata yang selalu berdalih ke kurangan daya, hingga listrik yang dipasok dari mesin PT RAPP sering padam. Sementara Pemkab Pelalawan mengatasi siang hari harus menghidupkan dua unit mesin ginset untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Terkait ke kurangan daya, tapi itu tidak bertahan lama, hingga Rabu (17/4) listrik tetap saja padam.

Sementara Plt Direktur Utama BUMD Tuah Sekata Yumardi SSos MSi, hingga berita ini iturunka belum bisa di konfirmasi, sebab dihubungi dan di SMS melalui ntelephon genggam tidak ada balasan. (dn/rz)