Massa tuntut polisi lepaskan 10 warga tertangkap judi
Massa tuntut polisi lepaskan 10 warga tertangkap judi

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Ratusan massa yang tergabung antara masyarakat Kecamatan Kabun dan Mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Rakyat (Mapera) unjuk rasa ke Mapolsek Kabun, Kabupaten Rokan Hulu, Jum’at (19/4/2013).

Aksi tersebut terkait penangkapan 10 masyarakat yang bermain judi saat acara melek-melekan di suatu pesta perkawinan di Kabun, Sabtu (12/4/13) malam.

Massa meminta agar 10 tersangka judi tersebut di keluarkan, sebab bagi mereka bermain kartu di acara syukuran melahirkan itu sudah menjadi hal yang biasa di lakukan.

Polisi juga dituding melepaskan tembakan peringatan saat menangkap masyarakat yang sedang bermain kartu. Sehingga membuat anak-anak dan masyarakat yang tidak tahu apa-apa berlarian ketakutan.

Massa dan Mapera bergerak ke Mapolsek Kabun dengan berjalan kaki diiringi mobil bak terbuka berisi Sound Sistim sekitar pukul 15.00, setelah sebelumnya berkumpul di Area dekat Polsek. Puluhan personil Polisi tampak berjaga jaga di halaman Mapolsek.

Massa membentangkan poster bertuliskan kekecewaan mereka terhadap atas tugas kepolisian yang tebang pilih dalam menangkap pemberantasan judi.

Setelah hampir satu jam berorasi di halaman mapolsek kabun, akhirnya 3 orang perwakilan massa di perbolehkan masuk yang di temui oleh, Kapolres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan SIK, Camat Tandun Herman Lufi, Kapolsek Kabun AKP Hendrik Gani SH.Kades se-kecamatan Kabun serta Ninik mamak Kabun.

Guntur Simarmata, perwakilan warga menyampaikan sikap, bahwa mereka tidak terima diperlakukan tidak adil oleh Polsek Kabun, pasca penangkapan 10 rekan mereka di Afdeling IV PT.Padasa Utama ( Kalsa ) 11 April 2013 lalu.

Menurutnya, bermain kartu saat syukuran melahirkan adalah hal biasa, sebab bagi mereka itu adalah hiburan rakyat. namun tindakan kepolisian yang befrlebihan hingga mengeluarkan tembakan itu sangat di sayangkan.

Mendengar tuntutan warga Kalsa, sebaliknya 5 kepala desa se-Kecamatan Kabun yang hadir justru mendukung tindakan yang dilakukan polisi kabun.

“Kami mendukung tindakan polisi dalam memberantas Pekat. Kami siap membantu polisi. Judi harus di tumpas habis dari daerah kami,” kata salah seorang kades.

Kapolsek Kabun, AKP Hendrik Gani SH membantah kalau anggotanya mengeluarkan tembakan.

“Tidak benar anggota saya melakukan penembakan saat itu. Tapi kalau memperlihatkan senjata memang ada,” ujar Hendri.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Yudi Kurniawan meminta masyarakat membuktikan penembakan keudara dengan bukti selongsong peluru. Jika memang ditemukan, maka dia akan menindak anggotanya.

Mendengar penjelasan Ninik Mamak dan kepolisian, akhirnya massa membubarkan diri. (r4n)