Pekanbaru (SegmenNews.com)– Kondisi perbankan di Riau pada triwulan I tetap membaik. Bahkan kondisi ekonomi Riau yang batal sebagai Pusat penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) masih mampu menjaga kualitas ekonomi Riau.

Rilis Kajian Ekonomi Regional (KER) yang di sampaikan Kantor Bank Indonesia (BI) Wilayah Riau, Selasa (23/4) menyatakan membaiknya ekonomi Riau ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aset perbankan Riau setahun belakangan ini sebesar 10,09 persen.

“Triwulan I tahun 2013 jumlah aset Perbankan Riau mencapai Rp74,24 triliun, naik dibandingkan triwulan IV tahun 2012 yang hanya Rp73,39 triliun,” ujar Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Wilayah Riau, Muhammad Abdul Majid, Selasa (23/4) di Pekanbaru.

Katanya, Aset perbankan utama masih di dominasi oleh Kelompok Bank milik pemerintah sejumlah Rp51,79 Triliun. Dengan pangsa pasarnya terbesar di Kota Pekanbaru sekitar 50,29 persen. “Kalau dibandingkan dengan jumlah aset pada triwulan yang sama tahun 2012 lalu jumlahnya hanya Rp67,4 Triliun. Ada kenaikan sebesar 10,09 persen,” urainya.

Menurut Majid, meningkatnya jumlah aset ini di topang oleh dana pihak ketiga (dpk) yang tiap triwulan meningkat terus. “DPK tumbuh cukup tinggi sebesar 8,70 persen selama setahun terakhir ini. Atau naik dari Rp 49,17 Triliun pada triwulan I tahun 2012 menjadi Rp53,44 Triliun triwulan I tahun ini,” tandasnya. (rn/ur)