Bagus Santoso
Bagus Santoso

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Ketua Komisi D Bidang Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat Riau, Bagus Santoso, menilai keputusan Menpora memindahkan perhelatan Islamic Solidarity Games dari Riau ke Jakarta tidak konsisten.

Menurut bagus, keputusan tersebut dinilai sepihak, yang dapat merusak hubungan baik antara daerah dan pemerintah pusat. Pasalnya, ISG merupakan perhelatan dunia yang mempertaruhkan marwah Riau di mata dunia.

“Ini keputusan yang mencla- mencle dan tidak konsisten, ketika pusat memberikan amanah, dan kita sudah siap, justru mereka mempinalti kita dengan alasan yg tidak jelas, ini bisa memperburuk hubungan Riau dengan pusat,” ujarnya, Selasa, (23/4).

Santoso mengaku kecewa dengan keputusan tersebut, menurutnya Riau sudah mempersiapkan perhelatan ISG ini sejak jauh-jauh hari berbarengan dengan persiapan PON lalu. Menurutnya, dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Menpora sepakat pengunduruan jadwal ISG dari Juni ke September, tetapi tetap dilakukan di Riau, namun kenyataannya justru Menpora putuskan sepihak ISG dipindahkan ke Jakarta.

Selain terus melakukan persiapan, Riau juga sudah anggarkan dari APBD 45 miliar rupiah untuk ISG. Santoso menyalahkan pemerintah pusat yang selalu memperlambat pencairan dana APBN senilai 200 miliar rupiah. “Anggaran APBN juga tidak jelas kapan cairnya,” ujarnya.

Santoso menyebutkan, dengan adanya keputusan itu membuat segala persiapan Riau selama ini menjadi mubazir dan sia-sia.

Begitu juga telah banyak anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan venue serta membangun venue berstandar internasional yang sudah dianggarkan sebelumnya. Ia khwatir keputusan tersebut akan menjadi masalah dikemudian hari.

“Keputusan sepihak ini akan melahirkan konsekwensi, lihat saja venue dan stadion standar internasional yang sudah dikerjakan kan itu ada anggrannya untuk perbaikan, dan ternyata akhirnya ISG dipindahkan ke Jakarta, nanti kita jangan disalahkan,” ujarnya.

Menpora mengatakan salah satu alasannya suhu politik di Riau memanas jelang Pilgubri September 2013 mendatang, sehingga tidak memungkinkan dilaksanakannya ISG bertepatan dengan pesta rakyat tersebut.

Alasan itu dibantah keras Santoso. Menurutnya tidak ada substansinya antara ISG dengan Pilgubri. “Dimana-mana suhu politik itu lebih panas lagi ketimbang Riau, kecuali ada alasan bencana alam, toh kita di Riau aman-aman saja,” ujarnya.

Santoso menyebutkan, sebagai komisi membidangi olahraga, dewan dan Pemprov Riau akan melayangkan surat protes ke kementrian Pemuda dan Olahraga terhadap keputusan pemindahan ini. “Kita akan layangkan surat protes resmi ke menpora,” ujarnya.

Islamic Solidarity Games ketiga pada awalnya direncanakan diadakan di Pekanbaru, Riau, pada 6-17 Juni 2013. Keputusan pengunduran waktu ISG muncul saat Pemerintah Provinsi tak kunjung bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang menghambat hingga tenggat yang diberikan Menpora.

Menpora mengungkapkan, kemungkinan besar ISG akan diadakan pada 22 September hingga 1 Oktober 2013.

Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo mengatakan banyak pertimbangan sehingga ibukota menjadi pelaksanaan event tersebut, antara lain persoalan anggaran, kesiapan tuan rumah Riau, hingga suhu politik di Riau jelang dan sampai pemilihan kepala daerah pada September mendatang. (ur/rn)