Jakarta (SegmenNews.com) Jogging atau lari merupakan olahraga yang mudah, bisa dilakukan kapan saja dan sangat menyehatkan. Bagi perempuan disarankan hati-hati, terutama dalam memilih bra untuk jogging. Jangan sampai untuk sehat, payudara malah jadi korban.

Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan 30 persen pelari marathon merasakan nyeri di payudara saat berlari. Dari angka tersebut, 40 persen tidak melakukan untuk mengatasinya. Artinya, keluhan semacam ini sudah dianggap sebagai hal yang biasa.

Tidak terlalu mengejutkan, hasil penelitian tersebut mengungkap bahwa makin besar ukuran payudara maka nyeri yang dirasakan cenderung makin besar. Selain itu, perempuan yang tidak punya anak lebih merasakan nyeri dibanding yang sudah punya anak.

Menariknya dalam penelitian itu terungkap, tidak banyak pelari perempuan yang berusaha mengatasi rasa nyerinya karena menganggapnya sebagai hal biasa. Hanya sebagian yang minum pereda nyeri, sedangkan lainnya mengubah dir, menggunakan kompres dingin dan hangat atau mengoleskan minyak primrose.

Nicola Brown dari University College London yang mempimpin penelitian itu mencatat, sebagian sudah benar dengan memilih sport-bra atau bra khusus olahraga untuk mencegah nyeri. Namun tidak banyak yang tahu pentingnya mencari ukuran paling pas untuk menahan buah dadanya.

“Bagi kebanyakan perempuan, penting untuk memilih sport-bra yang nyaman, tidak bikin radang dan melindungi payudara dari gesekan dan bouncing (goncangan), yang bisa merusak otot di jaringan payudara dan membuatnya kendur,” kata para ahli seperti dikutip dari NY Dailymail, Jumat (25/4/2013).

Payudara besar memang butuh perlakuan khusus saat berlari agar tidak memicu cedera. Selain butuh bra yang pas untuk mendistribusikan beban, kadan-kadang pelari menggunakan plester pelindung puting agar tidak tergores saat terguncang (bouncing).

sumber: detik health