Drs H Ahmad Supardi Hsb MA
Drs H Ahmad Supardi Hsb MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, mengusulkan agar Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, tidak mempersulit untuk memberikan bantuan kepada Ormas Keagamaan dan guru honorer madrasah.

Sebab mereka ini telah memberikan kontribusi positif, aktif dan kreatif dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan kualitas sumberdaya anak-anak bangsa, sehingga mereka berhak untuk mendapatkan sebahagian dari APBD I ataupun APBD II se Riau.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul pada acara Rapat Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat Tingkat Provinsi Riau, pada tanggal 24 s/d 26 April 2013 bertempat di hotel Mutiara Pekanbaru, yang ditaja oleh Biro Kesra Setda Riau dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Kamis (25/4/2013).

Rapat Koordinasi tersebut diikuti oleh Asisten Bidang Kesra, Kabag Kesra, Kasubag Agama, Kakan Kemenag, dan Ketua LPTQ Kab/Kota se Provinsi Riau. Ikut memberikan pengarahan Asisten II Riau Drs H Emrizal Pakis MM, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, Ketua LPTQ Riau DR H Suryan A Jamrah MA, Kabiro Keuangan Riau, Kadis Pendidikan Riau, Kepala BAPPEDA Riau, dan Kadis Sosial Riau.

Kakan Kemenag Rohul menyatakan, bahwa kebijakan pemerintah untuk mempersulit pemberian bantuan kepada ormas keagamaan dan juga kepada guru-guru honorer madrasah adalah kebijakan yang keliru, tidak tepat dan dapat merusak masa depan bangsa, serta tidak menutup kemungkinan menjadi peretak persatuan dan kesatuan.

Negeri ini membutuhkan peran aktif dan kreatif dari tokoh-tokoh agama dan juga guru agama/madrasah, sebab sejarah mencatat bahwa mereka ini memiliki andil besar terhadap bangsa Indonesia pada masa pra kemerdekaan, saat kemerdekaan, dan apalagi pasca kemerdekaan.

Untuk itu Kakan Kemenag meminta, agar tidak mempersulit serta memberikan kemudahan dalam memberikan bantuan kepada ormas-ormas keagamaan dan juga guru-guru madrasah. Ormas keagamaan perlu dana operasional sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya. Guru-guru juga perlu kesejahteraan untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, tegas Ahmad Supardi. (r4n)