jamsostekPekanbaru (SegmenNews.com)– Dari 3 juta jiwa tenaga kerja (naker), baik formal maupun informal di Riau Sumbar dan Kepri, baru 600 ribu jiwa yang telah ikut program Jamsostek.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jamsostek Riau Sumbar dan Kepri, Rizani Usman bertekad akan ada peningkatan jumlah naker yang dilindungi Jamsostek.

“Disini (Riau) perkembangan tenaga kerja sangat luar biasa, dilihat dari pertumbuhan penduduk sebesar 4,7 persen per tahun dimana mayoritasnya berdasarkan migrasi pekerja dari luar kota ke Pekanbaru,” ucap Rizani usai peresmian Kanwil Jamsostek, Senin (29/4).

Guna meningkatkan partisipasi perusahaan dan pengusaha agar mengikutsertakan naker mereka kedalam program Jamsostek, ia menghimbau agar segera mendaftar ke Kanwil Jamsostek Riau, Sumbar dan Kepri.

Bila perusahaan terkait tidak mendaftarkan nakernya, sanksi yang diberikan bukanlah dari pihak Jamsostek namun dari Kementerian Tenaga Kerja sebagai lembaga pelaksana Law Enforcement UU No 392 tentang tenaga kerja.

“Sejauh ini memang sudah ada yang mendapatkan sanksi dari Kemenaker. Karena penegakan hukum ini melekat di Departemen Tenaga Kerja,” tegasnya. (dn/ur)