UniselRokan Hulu (SegmenNews.com)– Setelah melakukan Memorandum of understanding (MoU) dengan perguruan tinggi di ternama di Indonesia yakni, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, serta Universitas Indonesia (UI) Jakarta beberapa hari lalu.

Hari ini, Sabtu (4/5) Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi kembali meneken kesepakatan MoU dengan University Selangor (Unisel) Malaysia, dengan kesepakatan bahwa 10 anak berpretasi asal Rohul dapat melanjutkan pendidikan di tingkat strata tiga (S3) di Selangor, biaya di tanggung Pemda Rohul.

Walau demikian, sebelum belajar tetap selama tiga tahun di Negara tetangga tersebut, anak-anak berprestasi itu lebih dulu menjalani ujian masuk, sama halnya dengan sistem perekrutan di perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Usia meneken MoU di Masjid Agung Madani Islamic Center PasirPangaraian dilanjutkan dengan acara seminar Internasional Pendidikan sebagai upaya mengembangkan human development dikalangan tenaga pendidik mulai tingkat SD sampai SLTA.

Berlaku sebagai Narasumber langsung dari Direktur Institut Kajian Malaysia-Indonesia (IKMI) Unisel Malaysia, Prof Dr Mohd Zaidi Hajazi Ph.D.

“Kita harapkan dengan seminar sehari ini, kalangan guru di Rokan Hulu bisa sebanding dengan tenaga pendidik di Negara tatangga seperti di Malaysia dan Singapura,” harap Zaidi.

Menurutnya, di tahun 1970-an yang lalu anak-anak Malaysia banyak yang belajar ke Indonesia, namun lambat laun hal tersebut sudah berbalik.

Hal tersebut juga diakui oleh Bupati Rokan Hulu, Drs H Achmad Msi, dahulu banyak warga Malaysia belajar ke Indonesia, namun semakin majunya pendidikan dan teknologi, Seminar Internasional Pendidikan dapat dijadikan sebagai ajang tukar pikiran. Seluruh materi seminar diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalangan tenaga pendidik.

Maka, dengan adanya kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi ternama dapat dijadikan landasan kerjasama keilmuan sebagai upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas dunia pendidikan agar lebih tinggi lagi.

Kerjasama juga dapat memotifasi para guru agar lebih giat dalam menimba ilmu hingga kenegeri tetangga serta memiliki rasa tanggung jawab yang kuat. Sehingga para guru di Kabupaten lebih berkualitas. (adv/hum)