ilustrasi
ilustrasi

Pangkalan Kerinci (Segmennews.com)– Buruknya kondisi udara diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Bardasarkan data dari Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci, sepanjang Januari-Maret 2013 tercatat 2.188 penderita ISPA.

” Penderita ISPA selama tiga bulan terakhir ini meningkat sebanyak 2.188 jiwa,” terang Kepala Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci Drg Erlinda, kepada wartawan kemarin di Pangkalan Kerinci.

Sementara itu jelasnya lagi, khusus Kecamatan Pangkalan Kerinci penderita ISPA pada tahun 2011 lalu juga cukup tinggi, yakni 10.072 jiwa, sedangkan untuk tahun 2012, penderita ISPA ini berjumlah sebanyak 7.848 penderita.

” Untuk tahun 2013, tentu jumlahnya akan meningkat dari dua ribuan jiwa tadi, karena itu baru laporan tiga bulan. Tentunya hingga akhir tahun jumlahnya tentu akan bertambah,” bebernya.

Meski Erlinda tidak merinci penyebab ISPA semakin meningkat, namun penyakit yang masuk melalui saluran hidung ini, paling banyak diderita pada anak-anak dibawah lima tahun (balita). Dengan angka tersebut pula dapat dipastikan, di Kecamatan Pangkalan Kerinci banyak ditemukan penderita ISPA dibanding 11 kecamatan lainnya.

” Saya hanya dapat memberikan saran bagi penderita agar tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan segera ke dokter guna mendapatkan obat yang tepat,” ujarnya.

Selain penyakit ISPA, sambungnya, penyakit gigi dan mulut (gimul) menjadi penyakit nomor dua terbanyak dengan jumlah sebanyak 2.645 orang yang di derita warga Kecamatan Pangkalan Kerinci. Sedangkan 8 dari 10 penyakit yang terbanyak dikeluhkan masyarakat Pangkalan Kerinci sepanjang 2012 yakni penyakit dermatitis sebanyak 1.339 penderita, gastaritis yang berhubungan dengan gangguan lambung dan maag sebanyak 1.574, GE sebanyak 1.027, hipertensi sebanyak 1.326, migren dan sindrom nyeri kepala 649. Penyakit lainnya imbuh Kepala Puskesmas Pangkalan Kerinci rematoid artrtitis 1.001 penderita, obs febris 1.524 dan gangguan pneumonia 739 penderita.

” Selain faktor alam yang menyebabkan gangguan kesehatan langsung terhadap masyarakat juga ada faktor dari dalam, seperti kurangnya perhatian terhadap kebersihan diri dan lainnya. Namun kondisi alam yang sering berubah juga dapat menimbulkan banyak penyakit bagi masyarakat. Penangkal dini tentunya harus memperhatikan dengan serius kebersihan, baik lingkungan, makanan dan lainnya. Termasuk untuk ISPA selalulah menggunakan masker jika berada di alam terbuka, terutama pengguna motor dan mereka yang berada dilingkungan yang tingkat pencemaran udara cukup tinggi,” tutupnya. (dn/rz)