Petugas membuat replika tengkorak manusia wajak Homo Wajakensis di Musium Geologi, Bandung, Jawa Barat, Prima Mulia
Petugas membuat replika tengkorak manusia wajak Homo Wajakensis di Musium Geologi, Bandung, Jawa Barat, Prima Mulia

Sleman (SegmenNews.com)– Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta meneliti benda yang diduga fosil. Benda itu ditemukan warga di bantaran Kali Opak di lereng Gunung Merapi, Jumat (3/5). Jika benda itu setelah dikaji merupakan fosil purba, nilainya akan sangat tinggi.

Jika benda itu merupakan fosil, maka temuan ini merupakan temuan besar. Sebab, di lereng Merapi di sisi selatan bukan merupakan sebaran hewan-hewan purba.

“Jika benda itu memang fosil hewan, maka kami akan bekerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Yogyakarta, Wahyu Astuti, Selasa 7 Mei 2013 dikutip dari tempo.co.

Pihaknya telah menerjunkan satu tim sebanyak 7 orang untuk mengambil dan meneliti benda itu. Benda yang diduga fosil tersebut juga diperkuat dengan adanya lubang bulat yang biasanya berisi sumsum. Benda itu menyerupai scapula (tulang belikat) hewan besar. Benda itu ditemukan oleh Subur (45), warga Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Dugaan awal, benda yang sudah membatu itu merupakan fosil binatang. Namun kesimpulan tersebut masih butuh penelitian ilmiah. Jika benda itu benar adalah fosil, maka nilainya akan lebih tinggi dibanding penemuan di daerah lain termasuk Sangiran yang terkenal dengan banyak temuan benda purbakala.

Ia menambahkan, selama ini di lereng Merapi belum pernah ditemukan fosil. Jika benda iitu terbukti fosil, akan ada upaya ekskavasi untuk mengumpulkan serpihan lain yang barangkali masih berada di sekitar lokasi.

Kepala BPCB Yogyakarta, Tri Hartono mengatakan, tim intern yang bertugas menganalisis temuan itu berjumlah tujuh orang. Jika hasil analisa menyebutkan benda tersebut bernilai cagar budaya, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi. Seperti ekskavasi, pemberian reward kepada penemu dan lain-lain. “Tetapi jika tidak terbukti benda itu adalah fosil, maka akan dikembalikan ke penemunya,” kata dia.

Subur, warga yang menemukan benda itu menyatakan penemuan berada Kali Opak yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak gunung. Benda itu ditemukan pada kedalaman satu meter. Benda itu berukuran panjang 55 centimeter, lebar 43 centimeter dan tebalnya sekitar 20 centimeter. Juga banyak serpihan tulang yang jumlahnya puluhan. “Benda itu sudah kami serahkan ke petugas dari purbakala untuk diteliti,” kata dia.