pesawat citi linkSleman (SegmenNews.com)– Para penumpang pesawat Citilink dari Yogyakarta ke Jakarta telantar dan murka di Bandara Adisutjipto, Ahad, 12 Mei 2013. Sebab, ada lebih dari 145 penumpang tidak bisa berangkat sejak Sabtu, kemarin.

“Penumpang sudah pada kecewa dan putus asa. Sebagian sudah banyak juga yang refund,” kata Ahmad Ahyan, 44 tahun, warga Jakarta di Bandar Udara Adisutjipto, Ahad, 12 Mei 213.
Ia dan beberapa calon penumpang Citilink itu tampak murka dan kelelahan. Sehingga banyak pula yang kecewa dan me-refund tiket pesawat itu.

Seharusnya, kata Ahmad, para penumpang pesawat itu berangkat pada Sabtu, 11 Mei 2013 pukul 18.05 WIB dengan nomor penerbangan QG 9322. Lalu, pihak Citilink menunda penerbangan hingga pukul 20.55 WIB. Namun, saat itu juga tidak bisa diberangkatkan.

Para penumpang lalu diinapkan di benerapa hotel, yakni Hotel Jayakarta, UNY, dan Sheraton. Mereka baru masuk hotel pada Ahad pukul 00.30 WIB. Saat Ahad siang, penumpang dijanjikan bisa diberangkatkan sekitar pukul 14.30 WIB dengan pesawat yang sama.

Hal serupa diungkapkan oleh Halim Gunawan, 40 tahun, calon penumpang Citilink. Ia enggan naik pesawat itu lagi. Ia dan rombongannya sebanyak 15 orang me-refund tiket. “Sudah malas naik pesawat itu lagi. Lebih baik tiket kami kembalikan,” kata pegawai swasta di Jalan MH Thamrin, Jakarta, itu.

Seperti dilansir dari dari tempo.co, bahwa menurut Ahmad Dhani K, Station Manager Citilink di Bandar Udara Adisutjiipto, pesawat yang akan mengangkut penumpang itu mengalami kerusakan mesin. Lantaran suku cadangnya harus didatangkan dari Jakarta, maka ada kendala waktu. “Tetapi sudah diperbaiki sekarang dan siap terbang pukul 14.30 WIB,” kata dia.

Sebagai pertanggungjawaban perusahaan selama penundaan penerbangan, akomoodasi para calon penumpang ditanggung Citilink. Begitu juga dengan pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 soal Asuransi Keterlambatan, bagasi hilang, serta kecelakaan.

Peraturan itu berlaku sejak 1 Januari 2012. Untuk asuransi penggantian uang sebesar Rp 300 ribu bagi calon penumpang yang terlambat diangkut lebih dari 4 jam. Namun, penggantian kompensasi itu berupa voucher tiket.

Dari 145 penumpang itu, ia menambahkan ada 45 calon penumpang yang mengembalikan tiket pesawat. Bagi yang mengembalikan tiket (refund) tidak mendapatkan asuransi penggantian tiket. **(tpc/r4n)