int
int

Jakarta (SegmenNews.com)– PT Pertamina mengungkapkan hingga kuartal I 2013 penyaluran gas elpiji 3 kilo gram sudah melebihi kuota sebanyak 6,8% dari yang ditentukan. Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan kuota Elpiji 3 kg yang telah ditetapkan dalam APBN 2013 sebesar 3,86 juta metrik ton.

Kuota tersebut dialokasikan baik untuk penyaluran paket perdana Elpiji 3 kg untuk program konversi Kerosene ke Elpiji 3 kg yang dianggarkan untuk tahun ini dan juga penyaluran Elpiji 3kg untuk masyarakat yang sudah terkonversi.

“Pertamina (Persero) telah menyalurkan Elpiji 3kg sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan realisasi penyaluran hingga akhir April 2013 sebanyak 1,37 juta metrik ton atau 6,8% di atas kuota pada periode berjalan yang ditargetkan sebesar 1,29 juta metrik ton,” ungkap Ali dalam surat elektroniknya yang diterima detikFinance, Minggu (12/5/2013).

Jebolnya kuota berjalan gas melon (elpiji 3 kg) ini kata Ali karena tingginya permintaan masyarakat. “Over kuota 8,6% atau mencapai 1,29 juta metrik ton ini dikarenakan tingginya penyaluran Elpiji 3 kg tersebut di antaranya disebabkan oleh faktor tingginya permintaan masyarakat, terutama yang berada di daerah yang baru terkonversi,” jelasnya.

Apabila melihat realisasi penyaluran yang sudah dilakukan Pertamina, kata Ali, tidak ada satu pun dari tujuh kantor penjualan (Region) Pertamina yang realisasi penyalurannya di bawah kuota. Sebagai contoh, Kepulauan Riau dan Lampung telah melampaui kuota 11% dan 12%, Jawa Barat melebihi 3,5% serta Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing sebanyak 6%.

“Seluruh daerah, termasuk yang diinformasikan mengalami kesulitan Elpiji 3kg akhir-akhir ini sebenarnya telah dipasok melebihi kuota. Bahkan, di beberapa daerah yang baru digulirkan program konversi Kerosene ke Elpiji 3kg, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Gorontalo, Riau dan Nusa Tenggara Barat mengalami kelebihan hingga 50% yang disebabkan tingginya animo masyarakat untuk menggunakan Elpiji 3kg,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Ali, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena Pertamina telah menyalurkan Elpiji 3kg ke masyarakat dengan cukup. Masyarakat juga bisa mendapatkan Elpiji 3kg dari agen dan pangkalan terdekat, waralaba yang ditunjuk sebagai agen penjual Elpiji 3kg serta SPBU.

Karena Elpiji 3kg merupakan komoditas yang dapat dibeli secara terbuka di pasar, untuk mencegah dan mempersempit celah bagi upaya penyelewengan Elpiji 3kg, Pertamina juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan kepada aparat yang berwajib apabila mendapati kegiatan mencurigakan yang terkait dengan LPG 3 kg.

“Pertamina juga secara proaktif menerapkan monitor yang ketat terhadap agen-agen Elpiji 3kg untuk memastikan penyaluran dilakukan secara tepat sasaran. Apabila terbukti ada agen Elpiji 3kg yang melakukan atau menfasilitasi tindak penyelewengan Pertamina akan memberikan sanksi tegas hingga pemutusan hubungan usaha,” tegas Ali. (detikfinance.com)