rekening gendutSegmenNews.com– Irjen Djoko Susilo merupakan salah seorang perwira tinggi polisi yang berurusan dengan hukum. Djoko Susilo diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM saat masih menjadi Kakorlantas Polri.

Atas dasar bukti yang dimiliki, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan jenderal polisi bintang dua itu menjadi tersangka dalam kasus simulator SIM.

KPK lantas menelusuri harta kekayaan yang dimiliki Irjen Djoko Susilo. Sebab, KPK menduga Irjen Djoko Susilo melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Alhasil, perlahan tapi pasti KPK menemukan satu persatu aset kekayaan yang dimiliki Irjen Djoko Susilo yang ditaksir total nilainya mencapai Rp 100 miliar lebih.

Harta tersebut berbentuk rumah, tanah, apartemen, SPBU, mobil mewah hingga bus pariwisata. Lokasi aset milik Irjen Djoko Susilo itu berada di Jakarta, Depok, Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Bali.

Sebagai seorang polisi, harta yang dimiliki Irjen Djoko Susilo itu tergolong fantastis nilainya. Sebab, jika hanya mengandalkan gaji yang dimilikinya, tentu saja Irjen Djoko Susilo tak akan mampu memiliki harta yang total nilainya diperkirakan mencapai Rp 100 miliar lebih itu.

Seperi di lansir dari merdeka.com bahwa Aiptu LS, seorang polisi yang bertugas di Sorong, Papua memiliki rekening pribadi senilai Rp 1,5 triliun. Ini sangat mencengangkan, LS diduga punya uang sebanyak itu dari hasil melindungi sejumlah perusahaan dalam kasus ilegal logging dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sorong.

Hal ini tentu sulit diterima dengan akal sehat. Bayangkan, seorang bintara polisi yang hanya bergaji Rp 3 jutaan punya harta kekayaan fantastis.

Jika dihitung-hitung, kekayaan Aiptu LS 10 kali lipat kekayaan Djoko Susilo yang seorang jenderal. Jika kekayaan Djoko saja sudah membuat geleng-geleng, apalagi kekayaan Aiptu LS.

Korps Bhayangkara kembali tercoreng. Mulai jenderal hingga bintara terjerat rekening gendut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengaku heran Aiptu LS di Papua memiliki simpanan sampai triliunan rupiah. Meski demikian, Djoko mengajak masyarakat untuk memantau kinerja Polri dalam mengungkap simpanan milik LS.

“Heran yah? Aku juga heran. Sekarang kan sedang diusut, kita monitor saja Polri. Kapoldanya sudah turun ke Sorong,” ujar Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5).

Suara senada juga disampaikan Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman. Dia mengatakan komisi sudah memiliki data awal terkait rekening pribadi milik Aiptu LS. Dia berjanji akan menyelidiki kasus ini lebih dalam beberapa waktu ke depan.

Anggota Komisi III DPR dari Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengusut rekening milik seorang anggota Polres Sorong, Papua, Aiptu LS. Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar Aiptu LS dapat dijerat menggunakan delik pencucian uang.

“PPATK harus mengusut dan silakan segera juga apakah kejaksaan, KPK, atau polisi mengusut ini,” ujar Yani.

(d3n/mdc)