ilustrasi
ilustrasi

SegmenNews.com– Lima pria kawanan perampok membobol gudang Eskrim Walls PT Bintoro Hadisandi Hivena samping Eka Hospital Jalan Soekarno-Hatta Senin dinihari tadi (20/5) pukul 03.45 hingga 06.00 WIB.

Perampok berhasil membawa lari satu unit mobil kijang LGX BM 1187 TQ milik perusahaan, satu laptop karyawan. Perampok juga mencoba membobol brankas menggunakan las karbit, linggis, obeng, namun tak berhasil menggondol uang Rp200 juta di dalam brankas itu.

Data yang dihimpun Riau Pos Online di TKP Senin pagi tadi (20/5) dari penjelasan Security Haryadi dia sempat disekap oleh perampok dan diancam bunuh dengan pisau dan samurai terhunus. Perampok juga menggunakan senjata api mengancam dirinya.
“Jangan macam-macam, mati kau nanti kalau melawan,” kata Haryadi menirukan ancaman perampok.

Menurut Security Haryadi tangan dan kakinya diikat double T oleh perampok, mulut disempal kain. Double T pengikat dibawa perampok dan lazim digunakan untuk mengikat pipa dalam pekerjaan elektrik para tukang.

“Saya dikunci dalam gudang, saya berusaha menggesek ikatan di kaki saya ini ke bagian tangga logam dan akhirnya putus lalu saya berjalan keluar di pagi hari tadi pukul 07.00 sambil melapor ke teman security Saya dan lapor lagi ke Mapolsek Bukitraya Pekanbaru dalam kondisi tangan saya masih terikat di belakang,” kata Haryadi.

Pada saat masih terikat di dalam gudang itu, lima perampok masuk ke dalam kantor. “Saya cuma mendengar ada benda keras terhempas ke lantai, rupanya itu brankas yang ditumbangkan perampok,” tegas security.

Usai melapor tadi, petugas Polsek Bukitraya dipimpin Kanit Reskrimnya AKP Dedi Supriadi dan Tim identifikasi Polresta Pekanbaru tiba di TKP dan lansung melakukan olah TKP. Dari olah TKP diketahui pelaku masuk dari pagar depan, memecah kaca pintu kantor di belakang bangunan gudang dan masuk ke dalam kantor. Pada pintu kedua dalam kantor ini perampok mengupak pintu kayu dengan linggis.

Yang menjadi tanda tanya petugas dari mana perampok itu bisa tahu tempat penyimpanan brankas padahal ada dua ruang yang harus dipilih untuk dimasuki. Tapi pelaku tahu persis posisi tempat penyimpanan brankas berisi uang. Sepertinya polisi mencurigai orang dalam ikut terlibat.

Di mana dirunut dari awal kisahnya malam itu dimulai pada pukul 01.00 WIB supir perusahaan itu Sihombing mengembalikan mobil kijang LGX BM 1187 TQ milik perusahaan ke gudang eskrim Walls ini. Dilaporkan supir kepada atasannya kunci mobil sudah dititip di pos security.

Tapi security yang bertugas saat kejadian, Haryadi menjelaskan tak menemukan kunci mobil kijang dimaksud. Memang menurut security Haryadi bahwa supir Sihombing melapor kepadanya malam itu bahwa mobil dikembalikan ke gudang dengan alasan tak ada tempat parkir di rumah Sihombing. “Sebenarnya Saya heran juga kenapa mobil dikembalikan tengah malam itu apalah baiknya dibawa pulang saja,” kata Haryadi sedikit merasa heran.

Atas kejadian ini polisi sedang melakukan penyelidikan dan berusaha mengejar pelaku perampokan tersebut. Pimpinan gudang eskrim Walls PT Bintoro, Toni didampingi Bendaharanya Rayani kepada Riau Pos Online di TKP menjelaskan kejadian seperti ini sudah pernah juga terjadi beberapa waktu lalu yang menimpa perusahaannya. Tapi pada kejadian ini untung saja pelaku gagal membawa kabur uang Rp200 juta dalam brankas karena pelaku gagal membobol brankas kendati sudah bolong brankasnya. Akhirnya uang Rp200 juta dalam brankas diselamatkan bendaharanya Rayani disimpan dalam tas disaksikan aparat polisi.

sumber: www.riaupos.co