Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS, Lutfi Hasan Ishaaq.
Presiden Partai Keadilan Sejahtera PKS, Lutfi Hasan Ishaaq.

Jakarta (SegmenNews.com)– Sekretaris pribadi bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Zaky, luput dari kejaran pewarta saat memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Zaky hanya diperiksa komisi selama 45 menit sebagai saksi untuk Luthfi. “Hadir diperiksa sebagai saksi untuk LHI,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu, 22 Mei 2013.

Zaky yang hadir pada pukul 11.15 enggan berkomentar saat ditanya rencana pemeriksaannya. Pun saat keluar meninggalkan gedung KPK, Zaky enggan berkomentar saat ditanya. Kader PKS ini seharusnya juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi bagi tersangka suap impor daging sapi, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendy. Namun dia mangkir tanpa alasan.

Zaky juga sempat mangkir dua kali saat akan diperiksa menjadi saksi KPK. Komisi sebelumnya sempat mengancam memanggil paksa Zaky. Peran Zaky diketahui terkait erat dengan kepemilikan mobil Luthfi. Selain itu, sejumlah aset Luthfi juga disebut menggunakan nama Zaky. Rumah Luthfi di Jalan Haji Samali Nomor 27, Pasar Minggu, dibeli atas nama Zaky.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Tempo, istri Zaky, Linda Silviana, juga disebut-sebut menerima duit Rp 1,025 miliar dari Ahmad Fathanah. Uang itu diduga terkait dengan pemberian fee Zaky dari Fathanah. ***

 

sumber:www.tempo.co