ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Samuel Rudiantoni Aritonang, 42 tahun, korban keganasan gajah liar saat ini dirawat di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru.

Istrinya, Nurjenti, ditemui saat menemani suaminya, Rabu (/15/13) berkisah bahwa gajah liar sudah biasa berkeliaran di kebun tempat ia dan suaminya bekerja sebagai buruh tani di perkebunan kelapa sawit, Dusun Flamboyan, Desa Kota Garo, Minas, Kabupaten Siak.

Hari itu, Sabtu (18\5) sore, dia, suaminya dan rekannya bekerja seperti biasa membersihkan pelepah sawit dan membabat ilalang. Dari kejauhan mereka melihat kawanan 3 ekor gajah yang di kawal induk seberat 8 ton.

“Suami saya berusaha mengusir gajah dengan mercun. Gajah pergi, eh tak lama lagi gajah kembali, jam 23:30 Wib malam,” kisahnya.

Katanya, gajah datang lagi dan merusak semua daun sawit, walaupun sudah diusir dengan mercun, gajah tak mau pergi. Samuel berupaya membuat api unggun untuk mengusri gajah, lagi-lagi upaya itu tak berhasil, gajah tersebut malah duduk dengan tenang.

Saat Induk gajah beranjak pergi setelah mendengar mercun yang dihidupkan lagi. Tiba-tiba gajah berbalik dan mengejar samuel. Gajah mengira Samuel akan bertindak jahat terhadap anaknya yang tepat berada di samping samuel.

Melihat induk gajah berlari kerahnya, maka Samuel pun lari, namun kakinya tersandung ranting. Alhasil Samuel di lilit belalai induk gajah. Samuelpun diangkat lalu di hempaskan ke tanah berkali-kali. Mengira samuel mati, gajahpun berlalu.

“Suami saya diangkat dan dihempaskan belalai induk gajah besar itu,” ulas Nurjenti dengan rasa geram.

Setelah gajah pergi barulah kawan-kawannya membawa tubuh Samuel yang tidak lagi berdaya ke Puskesmas Minas, setelah 3 hari Samuel dirujuk ke Rumah Sakit santa Maria Pekanbaru.

Saat ini Samuel masih terbaing lemah di RS Santamaria dengan perut sampai ke dada dibalut perban. Bahu kanan samuel patah dan bagian tubuh lainnya luka-luka. (rez/ur)