Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kadis PU Hasat Tua meninjau pemukiman warga tergenang banjir akibat box culvert RAPP tersumbat.
Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kadis PU Hasat Tua meninjau pemukiman warga tergenang banjir akibat box culvert RAPP tersumbat.

Pangkalan Kerinci (SegmenNews.com)– Sedikitnya 20 rumah warga di Jalan Langgam II, Pangkalan Kerinci kebanjiran saat hujan deras beberapa waktu lalu. Dikarenakan box culvert Jalan Akses PT RAPP di Km 5, tersumbat. Akibatnya perwakilan warga mengadu ke Bupati Pelalawan HM Harris.

Bupati Pelalawan HM Harris bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pelalawan Ir Hasan Tua, mendapat laporan tersebut langsung turun melakukan pengecekan ke lokasi pemukiman warga yang tergenang banjir tersebut, Senin (27/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Didampingi Ketua RW08, Budiyanto menunjukkan lokasi box culvert milik PT RAPP yang tidak berfungsi maksimal. Setelah runtuh tanpa ada perbaikan oleh pihak perusahaan, dikarenakan tiap hari di lalui truk bertonasi berat pengangku kayu.

Pemikiman warga dan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang kena imbas banjir tersebut tak luput dari kunjungan Bupati dan rombongan di jalan Langgam II, tepatnya di belakang Mesjid Anur. Disana terlihat saluran air penuh tanpa mengalir dan tergenang di sekitar pemukiman warga tersebut.

“Warga mengeluh bukan saja kebanjiran saat hujan tiba, tapi takut banyak penyakit, karena air tidak mengalir dengan baik, setelah gorong-rong di jalan Akses RAPP tersumbat,” kata Budiyanto.

Pihak RAPP berjanji akan memperbaiki box culvert yangtersumbat tersebut.

“Jalan dan box culvert ini milik RAPP, jadi kita minta mereka untuk segera memperbaiki, agar masyarakat tidak ke banjiran lagi kalau hujan lebat turun. Disamping kita dari Pemda memalui Dinas PU akan melakukan perbaikan saluran air milik warga sekitar dengan menurunkan alat berat untuk melakukan pelebaran sebelum dibuat permanen dari pengusulan tahun anggaran 2014 mendatang,” papar Harris.

Kata Bupati, aspirasi masyarakat yang masuk dengan kita langsung di respon, salah satunya jalan SLB yang harus segera kita bangun. Oleh karena itu setiap ada permasalahan dan usulan pembangunan kita tampung. Kemudian tim perifikasi yang telah dibentuk turun melakukan pengecekan ke lapangan. Untuk memastikan pengusulan pembangunan yang di ajukan sudah tepat sasaran atau tidak.

“Tidak semua aspirasi masyarakat terealisasi di APBD Murni, kita akan usulkan kembali pada APBD Perubahan termasuk rumah layak huni. (d3n/rz)