Drs H Ahmad Supardi Hsb MA
Drs H Ahmad Supardi Hsb MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, memberikan tausiyah di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, Rabu (29/5/2013), dengan dihadiri seribu orang jamaah.

Pemberian tausiyah ini dalam rangka pengajian rutin yang ditaja oleh Pemerintah Daerah Kab Rohul bekerjasama dengan Pengurus Masjid Agung Madani, setiap hari Rabu Malam Kamis. Pengajian ini dimaksudkan dalam rangka memberikan penambahan ilmu pengetahuan agama bagi PNS di lingkungan Pemkab Rohul dan juga masyarakat.

Hadir dalam pengajian tersebut para pejabat, PNS, dan pegawai honorer di lingkungan Pemkab Rohul, serta masyarakat muslim yang berasal dari Pasir Pengaraian dan juga yang datang dari berbagai kecamatan se Rohul.

Ahmad Supardi Hasibuan dalam tausiyahnya menyatakan bahwa bulan Rajab, dimana saat ini kita berada, adalah bulan mulia sebab pada bulan ini ada satu peristiwa penting dan bersejarah bagi diri Nabi Muhammad SAW serta diperingati setiap tahun oleh umat Islam dimana saja, yaitu peristiwa Isra’ MI’raj.

Dikatakannya, Isra’ Mi’raj bukanlah peristiwa yang bersifat rasional dan apalagi irrasional, tetapi ia bersifat supra rasional yang hanya dapat dipahami dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan RasulNya Muhammad SAW, sebagaimana yang dicontohkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Menurut Ahmad Supardi, Isra’ Mi’raj adalah perjalanan pada malam hari dari Masjidil Harom di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina serta naik ke Sidrotul Muntaha berjumpa langsung dengan Allah SWT. Malam itu juga Nabi turun dan kembali ke Kota Makkah.

Masyarakat Makkah mengingkari cerita perjalanan Nabi Muhammad SAW ini, sebab perjalanan dari Makkah ke Palestina dengan mengendarai unta, biasanya ditempuh dalam rentang waktu dua bulan pulang pergi. Sedangkan Nabi Muhammad hanya menempuhnya dalam satu malam.

Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW banyak mengalami pengalaman spiritual yang sangat berharga seperti adanya sekelompok orang yang menanam hari itu dan memanen pula pada hari itu. Anehnya lagi, setiap selesai panen, tanaman itu tumbuh lagi dan dipanen lagi. Hal ini berlangsung terus menerus.

Nabi bertanya kepada Jibril tentang ini. Jibril menjawab, itu adalah perumpamaan balasan pahala bagi umatmu yang membelanjakan hartanya di jalan Allah. (r4n)