Nimas Puspita Ningrum (18), seorang siswi SMA di Situbondo yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional dengan alasan akhlak, melakukan aksi jalan kaki memutari Kota Situbondo, Jumat (31/5/2013). | SURYA/ IZI HARTONO
Nimas Puspita Ningrum (18), seorang siswi SMA di Situbondo yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional dengan alasan akhlak, melakukan aksi jalan kaki memutari Kota Situbondo, Jumat (31/5/2013). | SURYA/ IZI HARTONO

Situbondo (SegmenNews.com)— Nimas Puspita Ningrum (18), seorang siswi SMA di Situbondo yang dinyatakan tidak lulus ujian nasional dengan alasan akhlak, melakukan aksi jalan kaki memutari Kota Situbondo, Jumat (31/5/2013).

Nimas didampingi ibu kandung dan kuasa hukumnya, Nimas yang adalah warga Para’aman, Kelurahan Dawuan, Kecamatan Situbondo, berjalan sambil membawa poster bertuliskan, “Dunia Pendidikan Berkabung, Aksi Solidaritas untuk Nimas”. Mereka berjalan menuju Mapolres Situbondo.

Aksi keprihatinan ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan menyusul sikap diskriminasi dan tidak adil dari kepala sekolah tempat Nimas sekolah.

Nimas pun melaporkan kepala sekolahnya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolres Situbondo. “Hari ini saya bersama Nimas melaporkan kepala sekolahnya ke polisi karena saya menilai ada bentuk diskriminasi dan dugaan pemalsuan data,” ujar Supriyono, kuasa hukum Nimas.

Menurut Supriyono, aksi ini merupakan bentuk protes atas kesewenang-wenangan yang dilakukan lembaga pendidikan terhadap peserta didik, yaitu siswa yang sudah memenuhi standar kelulusan nasional oleh kepala sekolah justru tidak diluluskan dengan alasan akhlak.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi mengatakan telah menerima laporan dan akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait laporan itu.

Diberitakan sebelumnya, pihak sekolah mengeluarkan Nimas dari sekolah karena terbukti menyimpan foto telanjang dada pacarnya di ponselnya. Keluarga Nimas kemudian meminta perlindungan ke Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPT PPA) Situbondo untuk dapat mengikuti UN.

Saat UN berlangsung, Nimas mengerjakan soal ujian sendirian di ruang KPPT-PPA. Namun, saat kelulusan, Nimas kaget bukan kepalang karena ternyata dirinya dinyatakan tidak lulus oleh pihak sekolah.

Sumber : Harian Surya/kompas.com