demo pklPekanbaru (SegmenNews.com)– Pedagang Kaki Lima (PKL) HR Subrantas tetap ngotot menolak pemindahan mereka, walaupun telah terjadi insiden beberapa waktu lalu.

Para pedagang menyampaikan penolakan dengan berunjuk rasa ke Kantor Walikota Pekanbaru Senin (3/5), namun sayangnya walikota Firdaus MT tidak berada ditempat sehingga mereka hanya bisa berorasi didepan kantor walikota.
Seorang dari pedagang, Adi menyampaikan keinginan mereka untuk bertemu walikota, meminta agar Pemkot Pekanbaru duduk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut. Dan juga terkait insiden yang terjadi antara pedagang dengan Satpol-PP.

“Walikota pengecut, mengapa kita tidak di dudukan bersama untuk memindahkan kita,” teriaknya.

Sementara itu, Korlap mahasiswa UIN Suska Riau, Indra Gunawan menyebutkan bahwa Satpol-PP arogan dalam menindak PKL. Apalagi sampai jatuh korban.

Alasan pedagang tidak mau dipindahkan karena lokasi baru tersebut tidak sesuai. “Kami tidak mau di pindahkan ke lokasi yang baru, dan becek tidak layak untuk berdagang,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Pekanbaru Firdaus MT menyebutkan terkait terjadinya insiden beberapa waktu lalu telah disusupi provokator.

“Kejadian tadi malam ada yang mempropokasi. Makanya PKL jangan mau di propokasi. Karena tempat yang disediakan ada 700, dan itu pedagang lama sudah mendaftar, yang demo pedagang baru,” ujar Firdaus geram.

Ditegaskannya, jika pedagang merasa tidak cocok dengan lokasi dagang baru, yakni di pasar Arifin Achmad, Purwodadi, dan belakang Giante. Para pedagang di sarankan mencari tempat sendiri.

“Silahkan pilih tempat yang cocok dan nanti pemerintah akan bantu kalau lokasinya tidak menyalahi,” sarannya.

Firdaus juga menghimbau kepada pedagang jangan terprovokasi. Terkait pengrusakan aset akan diproses secara hukum. (kir/ur)