ilustrasi
ilustrasi

Jakarta (SegmenNews.com)– Pemerintah kerap mengklaim telah berhasil menekan angka kemiskinan. Namun, DPR justru menuding pemerintah telah menciptakan 800.000 orang miskin baru setiap tahunnya.

Anggota Badan Anggaran DPR RI, Dolfie OFP mengatakan hal tersebut karena masyarakat yang rentan miskin tidak dimasukkan ke dalam program pengentasan kemiskinan.

“Rentan miskin anggaran sudah besar, enggak pernah jadi target. Targetnya yang miskin penghasilan Rp 8.500 per hari. yang Rp 10.000 per hari enggak pernah dihitung. Harusnya dijadiin target, biar jelas,” ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/5), dikutip dari merdeka.com.

Menurut Dolfie, dalam empat tahun terakhir, angka kemiskinan naik 1,1 juta per tahun. Namun, data yang diperolehnya, angka kemiskinan meningkat menjadi 1,9 juta per tahun. “Jadi ciptakan 800.000 per tahun miskin baru pemerintah itu. Ini harus dievaluasi,” tegas dia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana membantah hal tersebut. Menurutnya, pemerintah telah menyasar masyarakat yang rentan miskin.

“Kita sasar, tidak betul. Yang sangat miskin, miskin dan hampir miskin. Yang miskin berkurang jadi rentan miskin. Dijaga betul,” ucap Armida. ***