Abdul Hakim
Abdul Hakim

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Hanya dipicu pertanyakan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa), Kepala Sekolah SMAN 1 Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu tega memecat guru komite, M Abdul Hakim SPd, SH, MH.

Hakim kepada SegmenNews.com, Selasa (4/6/13) mengaku dirinya dipecat secara tidak hormat oleh Kepsek, Humrah Ismail, Rabu (22/5/13) lalu. Menurutnya, pihak sekolah tidak transparan dalam penggunaan dana BOSDa, bahkan kurun waktu 2 tahun, para guru dan dirinya tidak mengetahui penggunaan anggaran BOSDa di sekolah dan juga uang pembangunan.

“Kami para guru sepakat ingin mengklarivikasi penggunaan anggaran BOSDa. Tapi Kepsek malah marah-marah, bilang saya provokator dan memecat saya,” kesal Hakim yang sudah mengajar 3 tahun disekolah itu.

Hakim merasa Kepsek telah mencemarkan nama baiknnya dan perbuatan tidak menyenangkan.

Cerita Hakim, awalnya, dia dan beberapa guru berkumpul di ruang guru, saat itu guru Bahasa Ingris, Karsiman SPd menyampaikan bahwa penggunaan dana BOSDa disekolah tak jelas, begitu juga dana pembangunan tak pernah di jelaskan kepada mereka.

Selain itu, kata Hakim lagi, keluhan lain juga disampaikan oleh guru Penjas, Zulkifli Darwis SPd, dia pernah meminta dibelikan bola volly untuk olahraga siswa, namun hal itu tidak gubris.

“Masak, dana BOSDa ada bola volly tak terbeli,” keluh Zulkifli ditirukan Hakim.

Hakim dan guru-guru lainnya sepakat untuk mempertanyakan penggunaan anggaran BOSDa. Saat mereka sedang berdiskusi, Zulkifli bertanya kepada Bendahara BOSDa, Perdinal Zefri SPd yang saat itu datang terkait permintaan pembelian bola volly untuk siswa.

Namun Zefri menolaknya dengan alasan pembelian bola kaki tidak dimasukkan dalam RKA, sebab itu hanya membuat mubazir.

“Tak ada gunanya, jika tak percaya coba tanya ke Disdikpora,” celetuk Bendahara lantang, masih ditirukan Hakim.

Saat perdebatan terjadi, sekitar pukul 12:30 Wib Kepsekpun muncul dan sepakat dengan para guru rapat. Saat rapat, Hakim menyampaikan permintaan para guru agar penggunaan anggaran BOSDa dan anggaran lainnya transparan, dengan memampangkannya di papan mading. Sebab selama ini mereka tidak tahu pos penggunaan anggaran yang telah dikeluarkan dari BOSDa dan RKAnya.

Namun Kepsek malah marah-marah dan menyebut Hakim sebagai provokator dan memecatnya.

“Kau Provokator, Mulai besok pagi jangan kulihat lagi kau di sekolah ini. Kau kupecat, kupecat kau, kupecat kau,” bentak Kepsek sambil menunjuk wajah Hakim, ditirukan Hakim.

Sementara itu, Kepsek Humrah dihubungi SegmenNews.com melalui telephon, mengakui pemecatan Hakim, menurutnya Hakim tidak pantas mempertanyakan hal itu sebab dia hanya guru Komite yang digaji Rp 400.000 perbulan dari dana BOSDa.

“Dia hanya guru honor, kalau dibiarkan lama-lama akan menusuk dari belakang. Sudah saya bilang kalau ada sisa uang baru dibeli bola, tapi dia (Hakim) terus ngotot tanya uang BOSDa,” tukasnya.

Diakui Kepsek bahwa selama ini penerimaan dan penggunaan dana BOSDa tidak dipampangkan di papan dinding sekolah. Kedepan dirinya akan melakukan itu, agar transparan.

Sementara uang pembangunan, diakuinya lagi telah digunakan untuk membangun 4 MCK. Terkait peselisihan tersebut, Kata Kepsek, dirinya sudah mengupayakan damai, namun Hakim tidak datang. (r4n)