Bupati Siak Drs Syamsuar menerima Piala Adipura dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono
Bupati Siak Drs Syamsuar menerima Piala Adipura dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono

Jakarta (SegmenNews.com)– Bertepatan dengan peringatan hari Lingkungan Hidup se-dunia, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan penghargaan lingkungan di Istana Negara.

Penghargaan lingkungan diberikan kepada individu, kelompok maupun perwakilan pemerintah antara lain melalui penghargaan Kalpataru, penghargaan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Terbaik, penghargaan Anugerah Adipura and penghargaan Adiwiyata Mandiri.

Salah satu kota penerima Piala Adipura adalah Kota Siak Sri Indrapura untuk kategori kota kecil. Piala ini merupakan yang pertama kali diterima Siak setelah tiga kali berturut-turut hanya meraih piagam Adipura.

Penyerahan Piala Adipura ini langsung dilakukan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, Senin (10/6/2013) di Istana Negara kepada Bupati Siak, Drs Syamsuar.

Usai menerima Piala Adipura, Bupati Siak Drs Syamsuar mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung Siak meraih Piala Adipura.

Semenara itu, peringatan hari lingkungan se-dunia hari ini, mengambil tema Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan. Tema ini diangkat, karena menurut hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup 2012 menunjukkan, bahwa indeks perilaku peduli lingkungan (IPPL) masih berkisar pada 0,57 dari angka satu.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat belum berperilaku peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

”Makna mendasar tema ini adalah urgensi seluruh umat manusia baik individu maupun kelompok maupun negara untuk mengubah pola konsumsi dan produksi atau gaya hidup menuju perubahan perilaku yang berkelanjutan,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Pada kesempatan itu, Presiden menyerahkan secara langsung 18 penghargaan Kalpataru, tujuh Adipura Kencana dan 33 Adipura untuk kota yang baru pertama kali menerimanya, 22 sekolah Adiwiyata Mandiri serta enam penghargaan penyusun SLHD.

Yang meraih penghargaan Kalpataru untuk berbagai kategori yaitu:

Kategori Perintis lingkungan: Suratimin dari desa Semoyo DIY, Nazirudin dari desa Nagari Malintang Sumbar, H Chaerudin dari kelurahan Lebak Bulus DKI Jakarta, Syahdan dari Kampung Sentosa Barat, Sumut, Herman Malolende dari Dusun II Desa Wali Ate, NTT.

Kategori Pengabdi Lingkungan: Darpius Indra dari Desa Kenagarian Cerocok Anau Ampang Pulai Sumbar, Koderi dari Desa Kebonsari Jatim, Sofia Seven dari Desa Rejosari, Riau.

Kategori Penyelamat Lingkungan: Kelompok Penyelamat Penyu ”Mabes Desobis” dari kampung Aisau Papua, kelompok Tani Usaha Bina Usaha Maju II dusun Bendrong Jawa Timur, PT Krakatau Tirta Industri dari desa Kebonsari Banten, LSM ECOTON dari Desa Bambe Jawa Timur dan kelompok Tim Relokasi kawasan Permukiman Atas Air dari Marga Sari Kalimantan Timur.

Kategori Pembina Lingkungan: H Amran Nur dari Sawahlunto Sumbar, Vinsencius Nurak dari Desa Kefa Selatan NTT dan Efi Saefudin dari Desa Menes, Banten.

Sementara untuk penghargaan SLHD melalui laporan evaluasi dari 30 provinsi dan 282 kabupaten dan kota untuk penilaian sepanjang 2012 untuk provinsi diraih oleh Provinsi Jambi, Sumbar, DKI Jakarta. Sementara untuk kabupaten dan kota diberikan kepada kabupaten Pesisir Selatan, kabupaten Tangerang dan kabupaten Gianyar.

Selain itu, hari ini ditandatangani pula sampul hari pertama untuk perangko Seri Peduli Lingkungan hari Lingkuhan Hidup 2013. (adv/jpr)