Kadistamben Rokan Hulu Bisman B.SS.MM.
Kadistamben Rokan Hulu Bisman B.SS.MM.

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Riau melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) melakukan penelitian kalori batu bara di Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Tim Distamben Riau tersebut didampingi pihak Distamben Rohul yang diwakili Kabid Pertambangan Editiawarman.

Koordintaor UPT Distamben Riau Monalisa, S.SI, saat kunjungannya di Distamben Rohul di Pasir Pangaraian, Kamis (13/6/2013),mengatakan Pemkab Rohul harus lebih gencar melakukan sosialisasi dan kordinasi dengan pihak Distamben Riau dan Kementerian Pertambangan terkait potensi tambang batu bara di Rohul dalam mengolah Sumber Daya Alam (SDA) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD).

Dikatakan Monalisa,pihak Distamben Riau sudah pernah melakukan penelitian terkait kalori batu bara di Rokan IV Koto.Dalam penelitian ditemukan sekitar 4000 kalori pnas bumi terkandung di perut bumi Rokan IV Koto,Rohul.

Menurutnya, saat ini pihak provinsi Riau sudah bisa meningkatkan mutu batu bara karena sudah memiliki Bom Kalori Meter Digital untuk melakukan suhu panas yang terdapat pada batu bara .Kwalitas batu bara Rohul dinilai sangat bermutu tinggi.

Monalisa bersama tim akan mengunjungi 2 sumber air panas, yang terletak di Desa Ramba Tengah Hulu (RTH) dan Rokan IV Koto.Punggung Bukit Barisan yang membentang daerah tersebut banyak menyimpan mutiara hitam, jika pengelolaannya dilakukan secara maksimal tentu efek positif akan diperoleh masyarakat, maupun pihak Pemkab Rohul.

“Saat ini 4 perusahaan di Rokan IV Koto sudah tahap ekplorasi, kita berharap agar itu segera bisa ke tahap eksploitasi,”sebut Monalisa.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rokan Hulu, Bisman B.SS.MM,menambahkan sekitar 10.177 Hektar lokasi di Kecamatan Rokan IV Koto berpotensi sebagai tambang biji “Emas Hitam”. Potensi Emas Hitam tersebut menurut Bisman saat ini siap digarap empat perusahaan yang juga menyatakan siap menanamkan modalnya menambang emas hitam diantaranya PT Budi Indah Mulia Coal (perusahaan swasta) dengan izin lokasi 686 hektar, kini tengah menginventarisir dan survey potensi tambang, PT Multi Kreasi Jaya Perdana memiliki izin ekplorasi 4.303 hektar. Sedangkan PT Riau Multi Investama sudah operasi produksi dengan luas 197 hektar. Kemudian, PT Tata Nugraha Bina Manidiri izin ekplorasi dengan luas 4.991 hektar. ( Ar )