Mahasiswa UPP berorasi di depan kantor.
Mahasiswa UPP berorasi di depan kantor.

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Sejumlah Mahasiswa Universitas Pasir Pangaraian (UPP) melakukan protes ketidak transparanan dalam uji kelayakan menjadi Presiden UPP, Senin (17/6/13).

Sejumlah Mahasiswa tersebut berorasi selama satu jam lamanya tanpa di temui Rektor, setelah satu jam mereka dipersilahkan bertemu dengan Rektor UPP. barulah Prof DR Ir H Feliatra DEA

Diakatakan salah satu mahasiswa UPP, Armanda bahwa selama ini tidak ada kejelasan syarat kelayakan menjadi calon pada pemilihan Presiden UPP. Pasalnya, syarat tertentu sebagai calon Presiden UPP tersebut tidak dicantumkan di Pemilihan Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK).

Menurutnya, pencalonan tersebut hanya melalui Demokrasi tertutup, padahal pemilihan ini adalah sistem demokrasi secara terbuka. Ini sudah menjadi pembodohan Organisasi. Semua mahasiswa berhak menjadi Presiden UPP.

“Padahal dalam uji kelayakan saya dapat nilai B, tapi kenapa nama saya tidak masuk dalam pencalonan. Ini ada apa, pihak PPRU diintimidasi,” keluh Ardiman.

Mereka juga meminta pihak rektorat membekukan BEM, BLM karena juga tidak mengikuti aturan di PUOK.

Sementara itu Rektor UPP, Prof DR Ir H Feliatra DEA, sjauh ini belum bisa dihubungi baik melalui telepon maupun via SMS. (r4n)