plnJakarta (SegmenNews.com)– PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) menganggarkan belanja modal hingga Rp 60 triliun di tahun ini. Direktur Keuangan PT. PLN Setio Anggoro Dewo mengatakan, belanja modal yang sudah terserap yakni sekitar 30 persen hingga kuartal pertama 2013.

“Itu terserap untuk pembangkit, distribusi, dan transmisi,” katanya saat ditemui seusai paparan publik obligasi PLN di hotel Dharmawangsa, Senin, 17 Juni 2013.

Menurut Setio, sumber pendanaan belanja modal berasal dari kas internal, pinjaman perbankan, juga penerbitan obligasi. Saat ini, kas internal perseroan mencapai Rp 20 triliun. Sementara pinjaman perbankan sejumlah Rp 20 triliun dan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebesar Rp 9,8 triliun.”Kita sudah tandatangan pinjaman perbankan sebesar Rp 7,5 triliun dengan BRI, BCA, BNI dan Mandiri.”

Selain itu, pendanaan juga akan diperoleh dari penerbitan surat utang obligasi. Untuk tahun ini PLN akan menerbitkan surat utang obligasi berkelanjutan I tahap 1 dan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap 1 senilai masing-masing Rp 2,5 triliun dan Rp 500 miliar.

PLN berencana untuk menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan sebanyak-banyaknya Rp 10 triliun untuk obligasi konvensional dan sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun untuk sukuk ijarah.

Head of Corporate Finance Division Ikbal Nur menambahkan, setidaknya ada lima proyek transmisi dan distribusi untuk tahun ini. Beberapa proyek transmisi di antaranya yakni antara Meulaboh – Blangpidie di Aceh, Teluk Betung – Sungai Lilin di Sumatera Selatan, dan Teluk Kuantan – Rengat di Sumatera.”Untuk transmisi panjangnya sekitar 40 kilometer sampai 50 kilometer dengan nilai Rp 160 miliar per proyek,”ujar Ikbal.

Selain itu, terdapat juga 10 proyek Gardu Induk di daerah Jawa dengan nilai investasi total sebesar Rp 500 miliar.”Kita harapkan 2014 sudah full beroperasi,”kata Ikbal.

sumber: tempo.co