Masyarakat merasa hak mereka di renggut Perusahaan berorasi di depan gerbang gedung Bupati Rokan Hulu. (SegmenNews.com)
Masyarakat merasa hak mereka di renggut Perusahaan berorasi di depan gerbang gedung Bupati Rokan Hulu. (SegmenNews.com)

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Ratusan masyarakat kelurahan Kota lama, Kecamatan Kunto Darussalam mendemo kantor Bupati Rokan Hulu, Selasa (18/6/13). Mereka meminta penyelesaian kasus penyerobotan lahan masyarakat seluas 2400 hektare oleh PT Sumber Arum Makmur II.

Mereka menuntut Pihak Pemerintah segera menyelesaikannya, sebab permasalahan ini sudah terjadi sejak tahun 2005 lalu, namun hingga kini masalah tersebut belum terselesaikan. Mereka kecewa terhadap Pemda yang tidak berpihak kepada masyarakat.

“Kami bosan dengan janji-janji akan menyelesaikan permasalahan ini,” teriak masyarakat.

Setelah beberapa menit beorasi beberapa perwakilan masyarakat di perbolehkan masuk keruang rapat lantai II. Namun sayangnya, keinginan masyarakat ingin bertemu Wakil Bupati, Ir Hafith Syukri MM tidak tercapai, mereka hanya di temui Kabag Tapem, M Sofwan, Kepala Kesbangpolinmas, Irvan Rido dan pejabat lainnya.

Perwakilan masyarakat, Aladin menyampaikan mereka sudah jenuh dengan janji-janji Pemda untuk menyelesaikan masalah ini tak kunjung selesai. Mereka menuntut pihak perusahaan menyerahkan lahan seluas 2400 ha kepada masyarakat, sebab mereka ingin bekerjasama dengan Koperasi Sumber Rezeki dengan Pola KKPA.

Aladin menghawatirkan, jika masalah ini tidak diselesaikan Pemda, sementara pihak perusahaan sedang mengurus HGU di BPN Pusat, jika itu selesai maka permasalahan akan semakin runyam.

Dia juga mengakui dirinya mendapatkan ancaman dari orang terbaik Rokan Hulu, sms juga berbunyi untuk ketenangan Pilgubri.
“Padahal kami tidak mengganggu Pilgubri, kami hanya menuntut hak kami, unjuk rasa ini murni dari hati masyarakat,” kesalnya.

Sementara itu Sekretaris Koperasi Sumber Rezeki, Dani menegaskan pihaknya sudah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan dan sudah disampaikan ke wabup. Kejadian ini adalah bentuk kekesalan yang lama terjadi tapi tidak terjawab.

“Kami minta ke Pemda jika ada penjual belian lahan dengan PT SAM, baik itu dilakukan oleh masyarakat maupun pihak Koprasi harus di tindak. Kita terima investor luar tapi mereka harus memperhatikan masyarakat. Kita minta persoalan ini diselesaikan dengan baik oleh pemda,” tukas Sekretaris Koperasi, Dani.

Masyarakat Demo Kantor Bupati
Masyarakat Demo Kantor Bupati

Anehnya, menaggapi hal itu Kabag Tapem, M Sofwan  justru menyarankan agar masyarakat  menghubungi Wabup. Dan membuat janji untuk mediasi.  Sebab wabup saat ini sedang ada kegiatan di Kecamatan. Diakuinya, Wabup juga telah melakukan 2 kali pertemuan dengan pihak perusahaan dan masyarakat.

“Bapak-bapak nanti menghubungi Wabup dan membuat janji Mediasi, yang ikut hanya perwakilan masyarakat saja,” ujar Kabag tapem.

Kata Kabag tapem lagi, permasalahan ini perlu penelaahan yang lebih dalam. Wabup sedang mempelajarinya. katanya lagi, Pihak perusahaan PT SAM II pada dua pekan lalu telah menyerahkan dokumen dan sedang dipelajari.

Penyataan Kabag tapem tersebut justru membuat masyarakat berang, mereka tetap menuntut permasalahan ini di selesaikan hari ini.

“Penyataan bapak hanya bertele-tele. Kami tak akan pulang kalau masalah ini tidak selesai,” kata warga, Ajai

Hingga berita ini diturunkan masyarakat masih melakukan unjuk rasa di depan gerbang kantor Bupati. Masyarakat terdiri dari ibu-ibu yang membawa serta anak-anak mereka. (r4n)