waspada ispaDuri (SegmenNews.com)– Akibat Kabut asap tak kunjung usai, penyakit Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) seperti tak terhindari lagi. Kian hari penderita ISPA di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis kian meningkat.

Dari catatan UPTD Dinas Kesehatan Mandau selama dua hari ini saja sudah menangani 87 orang penderita ISPA. Penyerangan penyakit ISPA sudah terjadi sejak minggu ke 3 bulan Mei lalu, tercatat hanya 25 pasien, minggu ke 4 ada 31 pasien.

Sedangkan di bulan Juni minggu pertama ada 36 pasien, minggu kedua 85 pasien, minggu ketiga 49 pasien dan dalam dua hari ini sudah mencapai 87 pasien.

Kepala UPT Dinas Kesehatan Mandau, Betty, Rabu (19/6) menyebutkan hasil pantauan alat pemantau kesehatan udara milik PT Chevron Pasifik Indonesia pada 19 Juni 2013 pada pukul 06.45 wib menunjukkan, indeks pencemaran di daerah Duri dan sekitarnya mencapai angka 400 PSI alias sangat buruk. Dan untuk daerah Duri Field mencapai 635 PSI atau sangat – sangat buruk sekali.

Betty mengaku saat ini pihaknya sedang kehabisan stok masker. Sudah 6000 lebih masker dibagikan kepada masyarakat Mandau sejak tanggal 10 Juni 2013. Rencananya, Dinas Kesehatan Bengkalis akan mengirimkan tambahan masker sebanyak 4000 lembar untuk kecamatan Mandau.

“Masker ini nantinya akan kita bagikan lagi kepada masyarakat. Mengingat kondisi cuaca yang sangat buruk sekali. Kita tegaskan masyarakat untuk wajib menggunakan masker, apalagi yang sedang beraktivitas diluar rumah. Khusus kepada ibu hamil dan balita sangat disarankan gunakan masker. Kalau rasanya tidak perlu keluar rumah jangan keluar dulu. Kita tidak ingin jumlah penderita ISPA meningkat,” tutup Betty.

Sementara itu, Yasni (26) warga jalan Kesehatan menyesalkan upaya pihak terkait yang lambat menangi kasus kebakaran lahan di daerah Duri dan sekitarnya. Sehingga kabut asap terus saja meluas dan bahkan kini sudah mencapai tingkat sangat membahayakan.

“Lagi-lagi masyarakat dirugikan oleh oknum-oknum yang dengan sengaja membakar lahan dimusim kemarau ini. Semua ventilasi rumah sudah ditutupi plastik, tapi masih saja masuk asap dan debu sisa pembakaran ke dalam rumah. Harus sering-sering menyapu rumah, kalau tidak semua seisi rumah bisa kena ISPA. Ini saja untung saya yang kena, kalau anak saya yang masih balita bagaimana lah lagi,”ujar Yasni saat menunggu diruang tunggu poli umum Puskesmas. (res/ur)