bSiak (SegmenNews.com) – Bertempat di Aula Balai Kayang Hotel Yasmin Disnakan Menggelar Workshop Pengembangan kawasan integritasi Sapi Sawit. Yang secara resmi di buka Kamis (20/6) oleh Bupati Siak Drs. Syamsuar.

Tampak Hadir Kepala Dinas peternakan dan perikanan, Kepala Dinas Holtikultura IrHj. Robiati, Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Koperasi Drs. Wan Bukhari, peserta worshop se-kabupaten Siak terdiri dari petani. Work shop akan di gelar 2 hari kedepan.

Bupati Siak Dalam Sambutannya mengatakan Mengacu pada perkembangan pembangunan di bidang pertanian dalam artian luas, saat ini tengah terjadi pergeseran paradigma terhadap subsektor peternakan, dimana pada tahun-tahun sebelumnya usaha di bidang peternakan yang di jalankan masyarakat hanya di anggap sebagai usaha di bidang peternakan yang di jalankan masyarakat hanya dianggap sebagai usaha sambilan. Namun dewasa ini peternakan telah berkembang menjadi salah satu bidang usaha yang dapat di jadikan peluang yang berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus menjadi subsektor pendukung tanaman pangan dan perkebunan.

Lanjut Bupati Konsep Integritasi sapi Sawit saat ini menjadi program unggulan untuk di kembangkan guna mendukung program menuju swasembada daging berkelanjutan pada tahun 2014 yang telah di canangkan di tingkat pemerintah pusat beberapa waktu lalu.dimana program integritasi sapi sawit dapat di terapkan dengan pendekatan konsep Leisa (low eksternal input system), dimana ketergantungan antara perkebunan kelapa sawit dengan ternak sapi dapat memberikan keuntungan pada kedua subsektor tersebut.

Namun hal ini harus di anggap layak secara teknis serta menguntungkan secara ekonomis,sehinggap di harapkan dapat mendorong minat petani untuk mengaplikasikan sistem ini.

Untuk itu intervensi teknologi yang tepat dan keterpaduan antara kedua subsektor tersebut sangat di perlukan sehingga produksi yang di hasilkan lebih efisien,berdaya saing dan berkelanjutan.

Di katakan Bupati,perlu kita sadari bersama bahwa pengembangan kawasan integrasi sapi sawit ini merupakan pekerjaan yang berat. pelaksanaannya di yakini memerlukan tenaga pemikiran waktu dan dana yang cukup besar, namun demikian pelaksanaan sistem integritasi sawit sapi model kabupaten siak sebagai pilot projek secara nasional merupakan kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan yang ada di peternakan kelolmpok tani ternak, swasta, BUMN, dunia pendidikan dan pemerintah sangat di perlukan.

Kontribusi masing-masing pihak sangat di perlukan untuk mengawal keberhasilan program ini yang sekaligus menjadi upaya bersama kita dalam mendukung program nasional swasembada daging tahun 2014 dengan menjadikan kabupaten siak sebagai sumber ternak bibit di pulau sumatera.

Lebih Lanjut bupati, petani ternak yang berkumpul dalam kelompok ternak di wilayah kawasan integritasi sapi sawit harus bisa menjadi kelompok ternak yang mandiri dan berdaya saing. Serta menjadi acuan untuk replikasi sistem integritasi sapi sawit bagi kelompok tani di daerah lain.

Untuk itu pemerintah kabupaten siak akan terus berusaha untuk menciptakan iklim yang sehat bagi subsektor. Peternakan dengan menetapkan arah pembangunan peternakan di kabupaten siak.

Dengan di adakannya worshop ini,di harapkan nantinya kita dapat mencari pemecahan berbagai permaslahan yang di hadapi dan serta mampu mencari solusi terbaik untuk pengembangan kawasan integritasi sapi sawit di kabupaten Siak, pungkas Bupati.

“Harapan saya kepada satuan kerja yang menangani funsi peternakan di kabupaten siak kiranya lebih meningkatkan pembinaan dan pemantauan terhadap perkembangan terkini di lapangan” Kata Bupati.

Hal ini kata Bupati terkait, ” upaya kita dalam mensukseskan pencanangan sebagai sumber bibit sapi potong di pulau sumatera, di tunjuknya kabupaten siak sebagai pilot projek nasional untuk pengembangan sistem integritasi ternak dengan kelapa sawit, karena maju berkembangnya sektor peternakan di kabupaten siak di harapkan dapat memberikan kontribusi yang siknifikan terhadap peningkatan perekonomian, khususnya bagi masyarakat pedesaan guna mendukung tercapainya visi dan misi pembangunan kabupaten siak” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu juga bupati menyerahkan secara simbolis Sertifikat kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan dengan program sertifikat prona yang pembuatan nya tidak di pungut biaya,oleh Bagian Badan pertanahan Negara.(adv)