dinamitJakarta (SegmenNews.com)– Kepala Biro Penerangan Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan, kepolisian ikut mengerahkan Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mengusut dan mencari kasus hilangnya 250 dinamit milik perusahaan tambang batu, PT Batu Sarana Persada. Boy mengatakan, pelibatan Densus tersebut sebagai bukti keseriusan Polri mengusut hilangnya bahan peledak tersebut dan mengantisipasi barang tersebut jatuh ke kelompok teroris.

“Densus bekerja untuk membantu dan untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. Tujuannya agar bahan peledak tersebut tidak disalahgunakan,” kata Boy di kantornya, Jumat, 28 Juni 2013.

Boy mengatakan pelibatan Densus bukan mengindikasikan kasus dinamit hilang tersebut berkaitan dengan jaringan teroris. Namun, kata dia, polisi memprediksi dinamit tersebut dapat saja disalahgunakan, seperti untuk kegiatan teror.

“Sementara ini kami belum melihat ada indikasi keterkaitan teroris. Tapi kami tetap memprediksi kemungkinan-kemungkinannya tetap membahayakan masyarakat,” kata Boy.

Kamis kemarin, dua dus dinamit milik PT Batu Sarana dinyatakan hilang. Dinamit tersebut diduga hilang saat dalam pengiriman dari tempat PT MNK, distributor PT Dahana, di Subang, Jawa Barat, pada Rabu, 26 Juni 2013, ke Cijerug, Bogor. Bahan peledak itu dikirim menggunakan empat truk, memuat sebanyak 30 ribu kilogram amonium nitrat, 2.000 kilogram dinamit, dan 4.000 detonator listrik.

Mulanya, hanya ada dua truk pengangkut dinamit yang berangkat dari Subang dengan melintasi Jakarta Utara menuju gudang PT Batu Sarana Persada di kawasan Marunda. Dari Marunda, truk itu menuju Bogor. Tapi, truk pengangkut dinamit bertambah jadi empat. Setelah di Bogor, diketahui sebanyak dua dus dinamit tanpa detonator yang berada di atas iringan truk paling belakang telah hilang. Kasus ini pun dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

Boy mengatakan, Polda Jawa Barat mengusut kasus tersebut dibantu Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, dan Densus 88 Antiteror. “Kami tidak meremehkannya. Kami juga meningkatkan kewaspadaan. Kami menyikapi secara serius,” kata Boy.

Sumber:tempo.co