Drs H Ahmad Supardi Hsb MA
Drs H Ahmad Supardi Hsb MA

Rokan Hulu (SegmenNews.com)– Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa untuk menentukan awal Ramadhan 1434 H/2013 M, umat Islam diharapkan menunggu keputusan sidang Itsbat, yang akan digelar oleh Kemenag RI pada hari Senin, 8/7/2013) bertempat di Kementerian Agama RI, Jakarta.

Sidang itsbat tersebut akan dipimpin oleh Menteri Agama RI Suryadarma Ali (SDA), dikuti oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Ormas Islam pusat, serta ahli ilmu falak dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul kepada wartawan, di katornya Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah Pasir Pengaraian, Kamis (4/7/2013).

Dikatakannya, bahwa saat ini telah ada salah satu Ormas islam, yang telah mengumumkan awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa tanggal 9 Juli 2013, namun Ahmad Supardi mengharapkan agar umat Islam Rohul, menunggu keputusan resmi dari Menteri Agama RI dan mengikuti kepeutusan tersebut.

Menurut Ahmad Supardi, urusan penetapan 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijjah (Idul Adha) sebaiknya diserahkan kepada Pemerintah Pusat, sehingga tidak perlu ada perbedaan. Hal ini sebagai implementasi dari kewajiban mengikuti perintah Allah, perintah RasulNya, dan perintah pemimpin (ulil amri).

Tentunya sangat disayangkan dan bahkan sangat ironis, dalam satu Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun awal puasanya berbeda-beda. Ini perlu ada solusi khusus dari Pemerintah Pusat dan Pimpinan Ormas Islam Pusat. Mereka perlu duduk satu meja, tegas Ahmad Supardi.

Namun demikian, Ahmad Supardi berharap, kalau saja nanti terjadi perbedaan dalam penentuan 1 Ramadhan, hendaknya umat Islam Rohul dapat menerimanya sebagai sebuah realitas dalam masyarakat. Jangan gara-gara perbedaan ini, rusak ukhuwah islamiyah, terjadi saling ejek mengejek, dan sebagainya.

Salah satu hikmah dari ibadah puasa itu adalah meningkatkan hubungan kasih sayang di antara umat islam, sehingga terjalin ukhuwah islamiyah, dan menguat persatuan dan kesatuan umat, tegas Ahmad Supardi. (r4n/rls)