pesawat wingsJayapura (SegmenNews.com)– Kepala Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, Ajun Komisaris Besar Rico Taruna Mauruh, akan segera memanggil penjabat sementara Sekretaris Daerah Papua Barat Ishak Hallatu dalam kasus pemukulan Eka Hendrawan, karyawan bagian operasional Wings Air. Ishak akan dimintai keterangan perihal laporan Eka itu.

“Proses ke arah sana (pemeriksaan) tetap kami lakukan,” kata Rico Taruna Mauruh, Sabtu, 6 Juli 2013. “Kami akan panggil. Namun, pentahapannya masih pengumpulan alat bukti dan meminta keterangan saksi.”

Insiden Wings Air tujuan Ambon dan Jakarta nomor penerbangan ATR 72500 terjadi pukul 05.20 WIT, Jumat, 5 Juli 2013. Eka, yang mengatur penumpang dalam pesawat, mendapati Ishak belum mendapat seat. Ishak beralasan tak ada kursi dengan nomor 13.

Eka menjelaskan bahwa telah terjadi kekeliruan penulisan boarding pass dan meminta maaf. Ia mempersilahkan Ishak duduk di kursi lain. Akan tetapi, pernyataan dia ditanggapi marah-marah oleh Sekda. Setelah memukul Eka, pejabat Papua Barat itu turun dari pesawat. “Saya juga kaget tiba-tiba dia sudah turun. Ya, kami maklumi saja. Dia adalah pejabat, sementara kita orang kecil,” kata Eka.

Rico Taruna Mauruh mengatakan polisi sudah memeriksa Eka. “Namun, Eka masih sakit, pemeriksaan ditunda,” ujarnya. Mauruh menjelaskan, setelah insiden pemukulan, korban Eka Hendrawan langsung melaporkan kejadian itu di Kepolisian Sektor Bandara Rendani Manokwari.

Polres Manokwari akan dibantu Disrekrimum Polda Papua. “Kalau kami ada kesulitan, Disrekrimum Polda Papua siap membantu,” kata dia. “Namun, sesuai arahan Bapak Kapolda, kasus ini harus ditindaklanjuti dengan memposisikannya secara proposional dan profesional.”

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Papua Barat Alberth Macpal sebelumnya mengatakan Ishak Hallatu siap diperiksa polisi dan meminta maaf kepada Eka.

sumber: tempo.co