Bengkalis (SegmenNews.com)– Zikir akbar yang dilaksanakan Pemkab Bengkalis, Sabtu (7/7/2013) berubah menjadi ajang kampanye calon Gubernur Riau Jon Erizal (JE).

Bahkan, penceramah ustad Yusuf Mansur dan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh ikut mempromosikan cagubri yang diduga bermasalah dengan salah satu perusahaan yang manajemennya melakukan demo ke Kantor PKU Riau berapa waktu lalu itu.

Panitia maupun Bupati Bengkalis sekali-kali mempromosikan Jon Erizal kepada masyarakat.

Ustad Yusuf Mansur pun ikut mempromosikan Jon Erizal, seperti memperagakan simbol ibu jari dan telunjuk. Saat itu, Yusuf Mansur menyampaikan tentang bacaan Arrahman yang terdiri dari tujuh huruf sambil menghitungnya dengan jari. Pada hitungan keenam dan ketujuh, Yusuf Mansur menggunakan ibu jari dan telunjuk.

Bbacaan Arrahman yang terdiri dari tujuh huruf sambil menghitungnya dengan jari. Pada hitungan keenam dan ketujuh, Yusuf Mansur menggunakan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri, persis sama dengan baleho-baleho JE yang menandakan huruf J. Yusuf Mansur menegaskan bahwa itu kampanye melainkan kebetulan saja.

“Saya gini ini (mengacungkan ibu jari dan telunjuk,red) karena menghitung huruf Arrahman yang berjumlah tujuh ya. Tapi, ini bukan kampanye untuk Pilgubri Riau,” kilahnhya.

Tidak hanya itu, entah karena sudah dipersiapkan sejak awal atau tidak, Yusuf Mansur kembali mempromosikan JE. Waktu itu Yusuf Mansur menceritakan seandainya bupati/gubri mewajibkan bawahannya untuk menghafal surat yasin atau Arrahman. Maka bukan hanya yang menghafal saja yang dapat pahala. Bupati dan gubernurnya juga akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

Curang

Semenara itu, pemuka masyarakat Bengkalis, Suhaimi, menyebut Jon Erizal bersama pejabat di Bengkalis telah berlaku curang dengan mamanfaatkan momentum keagamaan sebagai ajang kampanye.

Kemudian, saat peresmian Kantor Camat Rupat, Jon Erizal juga ikut berpidato, padahal itu bukan kapasitasnya. Jadi, patut dipertanyakan, sejak kapan Jon Erizal menjadi tokoh masyarakat Bengkalis dan Riau. (bkl/knc)