1 Syawal Tak Ada Perbedaan

Ilustrasi
Ilustrasi

Penentuan 1 Syawal 1434 Hijriyah, baru akan dilakukan melalui sidang isbat pada 7 Agustus mendatang. Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar meyakini pelaksanaan Idul Fitri nanti tidak ada perbedaan.

Sebagaimana dikutip dari website resmi Kementerian Agama, Rabu (31/7/2013), Nasaruddin mengatakan, jika didasarkan pada perhitungan hisab, pada hari pelaksanaan rukyatul hilal atau hari Rabu senja tanggal 7 Agustus 2013, posisi hilal berada di atas 2 derajat.

Sesuai pengalaman tahun-tahun yang lalu, apabila hilal di atas 2 derajat, maka hilal atau bulan baru dimungkinkan akan bisa disaksikan atau imkanur rukyat. “Kecuali jika pada hari itu seluruh lokasi pemantauan hilal di Tanah Air terhalang mendung,” ujar Nasaruddin.

“(Tapi) Kita berharap lebaran bareng, sehingga lebih menguatkan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Pelaksanaan awal Ramadan tahun ini mengalami perbedaan antara pemerintah dan sejumlah ormas Islam yang mengikuti sidang isbat dengan Muhammadiyah.

Pemerintah bersama sejumlah ormas Islam dalam sidang isbat lalu menentukan awal Ramadan 1434 H jatuh pada 10 Juli. Sementara Muhammadiyah, ormas Islam terbesar kedua telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada hari sebelumnya, Selasa 9 Juli.

“Mudah-mudahan saat sidang isbat 1 Syawal ada semangat kebersamaan,” ujar Suryadarma Ali usai didang isbat penentuan awal Ramadan di kantor Kemenag, Senin (8/7/2013) lalu. (rmd/sip)(dtc)