Herman Ngantuk (net)
Herman Ngantuk (net)

Bogor (SegmenNews.com)– Herman Ngantuk, satu lagi sineas kawakan Indonesia meninggal dunia. Ia meninggal dunia dalam usianya yang ke-62 di kediamannya, Ciapus, Bogor, Jawa Barat. Kabar duka tersebut dibenarkan oleh aktor Deddy Mizwar, rekan di dunia seni peran.

“Iya memang benar meninggal. Saya dapat kabar dari Didi Setiadi, meninggalnya jam enam pagi tadi” kata Deddy Mizwar kepada Tempo, Sabtu, 13 Juli 2013. Deddy mengatakan bahwa Herman Ngantuk memang telah lama mengidap penyakit stroke.

“Sakitnya sudah lama. Kita dan kawan-kawan sesama di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) sering bantu. Saya belum pernah menjenguk, tapi sering dapat foto kondisi Herman” kata Deddy.

Dia pun menambahkan bahwa saat ini proses pemakaman Herman Ngantuk telah dilangsungkan di Bogor. Namun, dirinya belum sempat melawat ke kediaman Herman. Beberapa rekannya, seperti sutradara Didi Setiadi, saat ini tengah bersama keluarga Herman di kediamannya.

Herman Ngantuk bernama asli Soeharman. Pria asal Tasikmalaya ini lahir pada Februari 1951. Awal berkarier di dunia perfilman, Herman mendapat peran dalam sinetron yang berjudul Kisah Serumpun Bambu (1979). Sebelumnya, Herman pernah mendapatkan peran kecil di film Sembilan (1967). Setelah cukup gemilang di dunia seni peran pada era 1980-an, Herman lantas menjajal dunia belakang layar. Ia terlibat proses pembuatan sinetron Warisan (1994) sebagai asisten sutradara dan sinetron Misteri Pewaris (1994) sebagai sutradara.

Dalam ingatan masyarakat yang mengenal sosok Herman Ngantuk merupakan sosok pria bertubuh gempal, rambut keriting, dan mimik wajah yang matanya seperti orang tidur. Konon, dia diberi julukan nama tersebut karena dalam setiap berakting selalu seperti orang ngantuk atau mau tertidur. Dalam kariernya di layar kaca, Herman sering mendapat peran-peran antogonis.

Herman Ngantuk sakit semenjak sembilan tahun silam. Hingga kemudian pada Februari 2013 silam, Herman menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih, Tangerang, Banten. Kepergian Herman meninggalkan duka bagi sang istri, Fatona.

sumber: tempo.co