Pasukan Kostrad foto bersama BPBD Siak
Pasukan Kostrad foto bersama BPBD Siak

Siak (SegmenNews.com)– Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) atau Tim TNI-AD di Kabupaten Siak, Ahad (14/7/13) berbuka bersama.

Pertemuan diawali dengan berbuka puasa dan anak yatim serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Kab) Siak, acara berlangsung di Masjid Islamic Center.

Dikatakan Kepala BPBD Siak Wan Abdul Razak, melalui Kepala Bidang (Kabid) Damkar Irwan Pryatna kepada wartawan di Siak, bahwa sebelum para tim meninggalkan Siak, Bupati Siak mengundang untuk berbuka puasa bersama hari ini.

Sebelumnya, BPBD Siak telah pula menggelar buka bersama dengan para loreng tersebut di markas damkar BPBD Siak yang diwarnai dengan pemutaran film dokumenter profil Yonif 303/13/1 Kostrad.

“Kita kan, dapat bantuan PRCPB pusat sebanyak 200 personil Kostrad yang diturunkan di empat Cluster yakni Siak, Sungai Apit, Tualang dan cluster Kandis, masing-masing 50 personil. Dari total tersebut, secara berangsur sudah mulai ditarik sejak Sabtu lalu, menyusul ditutupnya posko tanggap darurat BPBD Provinsi Riau oleh wakil Gubernur Riau, Mambang Mit pada Rabu (10/7/13) lalu.

Dansubsatgas Yonif 303 Setia Sampai Mati (SSM) Kostrad, Lertkol Inf Yarnedi Mulyadi, selaku pemegang komando kesatuan operasi bantuan pemadaman karhutla di Kabupaten Siak mengatakan bahwa, pihaknya mulai menarik pasukan dari empat cluster yang ada di Kabupaten Siak secara bertahap untuk segera bergabung di Pekanbaru bersama personil PRCPB lainnya yang diturunkan dibeberapa kabupaten yang ada di Riau, sebelum diterbangkan kembali menuju Jakarta nantinya.

“Kita sudah mendapat perintah untuk segera kembali bergabung dengan personil lain di pekanbaru, sebelum nantinya kembali ke markas besar kita di Jawa,” ujar Yarnedi.

Menurutnya, perintah penarikan personil tersebut, berlandaskan pada telah membaiknya kualitas cuaca dan udara di Riau, yang ditandai dengan menipisnya kabut asap dan jarak pandang yang sudah cukup jauh, serta tidak terpantaunya titik api oleh satelit NOAA.

Satelit NOAA 18, kata dia, tidak lagi mendeteksi adanya hot spot di provinsi Riau, termasuk di kabupaten Siak. Kalaupun ada yang masih mengepul, terusnya, itu hanyalah titik api kecil yang tidak terpantau oleh satelit dan pemadamannya, cukup dilakukan oleh tim BPBD setempat. (rinto)