marzuki-pelaku-pembunuhanBatam (SegmenNews.com) – Hampir sebulan menjadi buronan polisi, Marzuki (35) akhirnya dapat dibekuk. Tersangka kasus pembunuhan itu ditangkap di kawasan Seipanas oleh jajaran Reskrim Polsek Lubukbaja pada Jumat (19/7) siang.

Dijelaskan Kapolsek Lubukbaja, Komisaris Aris Rusdiyanto, Sabtu (20/7) sore, Marzuki bukanlah tersangka kasus pembunuhan di Batam, melainkan tersangka pembunuhan di Tembilahan, Indra Giri Hilir (Inhil), Riau.

Marzuki membunuh temannya sendiri bernama Ernando Delfi. Pembunuhan itu terjadi pada Selasa (25/6) di Jalan Sutan Sarif Kasim, Tambilahan Kota, Inhil, Riau.

Setelah membunuh, Marzuki melarikan diri ke berbagai tempat, dan terakhir terlacak di Batam.

Tertangkapnya Marzuki kata Aris, atas kerjasama Polres Inhil dengan Polres Barelang. Beberapa orang anggota Reskrim Inhil diturunkan ke Batam untuk mencari keberadaan tersangka.

“Karena keberadaannya terakhir berada di wilayah kita, anggota langsung turun ikut membantu pencarian,” kata Aris.

Masih kata Aris, Marzuki diamankan di salah satu kos-kosan yang berada di kawasan Seipanas, tak jauh dari Simpang Kuda. “Diciduk di salah satu ruko,” ungkapnya.

Terkait perkembangan kasusnya, Aris menambahkan, tidak mengetahui secara detil. “Kalau kasus kita tak ikuti. Kita hanya membantu pencarian. Selanjutnya langsung kita serahkan ke Polres Inhil,” paparnya. Pada Sabtu sore lalu, tersangka dijemput oleh anggota Satreskrim Polres Inhil, dan selanjutnya dibawa ke Tambilahan, Riau.

Tak Tau Kawan Mati
Ditemui terpisah Marzuki terlihat segar. Tubuhnya terlihat kekar. Kedua tangan pria kelahiran Tambilahan, 3 Maret 1977 itu diborgol.

Diceritakan Marzuki, kejadian pembunuhan itu berawal dari pesta minuman keras (miras) yang digelar bersama teman-temannya, termasuk korban di Pasar Tambilahan.

Namun apa penyebabnya, ia mengaku tak ingat lagi karena sudah di bawah pengaruh alkohol. Cekcok mulut terjadi antara dirinya dengan korban yang disebutkannya masih ada ikatan saudara itu. Tanpa terelakkan lagi, cekcok mulut kedua pria yang sudah dipengaruhi miras itu berujung perkelahian.
Tanpa disadarinya ia menghujamkan beberapa kali tikaman benda keras ke tubuh korban, hingga korban tergeletak bersimbah darah.

Marzuki mengatakan tak mengingat berapa kali sudah menikam korban. Ia juga tidak mengetahui jika korban meninggal dunia. Pasalnya setelah itu ia langsung meninggalkan lokasi kejadian.

“Tak tahu saya dia mati. Tahunya besok pagi,” kata pria yang juga pernah masuk penjara ini (residivis).

Mendengar korban tewas lanjutnya, ia meyakini akan dikejar polisi sehingga kabur meninggalkan Tambilahan. Ia kemudian berpindah-pindah tempat di beberapa kota di Riau. Karena takut jejaknya tercium di Riau, ia memutuskan kabur keluar Riau, dan memilih Batam. Ke Batam ungkapnya, ia lewat jalur laut. “Dari Pekanbaru ke Buton, baru ke Batam,” akunya.

Sampai di Batam, kata Marzuki, untuk menghilangkan jejak, ia juga berpindah-pindah tempat. Ia sempat tinggal di kawasan Tanjunguma, Tanjungpiayu, dan terakhir di Seipanas.

(sumber : riaupos)