ilustrasi
ilustrasi

Pekanbaru (SegmenNews.com)– Pesatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau dalam lima tahun terakhir ternyata tidak seimbang dengan pertumbuhan dan perbaikan infrastruktur jalan yang ada. Akibatnya, laju arus transportasi barang milik industri memicu terjadinya kerusakan jalan-jalan di Provinsi Riau. Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin laju pertumbuhan ekonomi Riau menjadi terganggu.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Surya Maulana kepada halloriau.com, Rabu (24/7). Dijelaskan Surya, dalam setiap harinya, angkutan barang khususnya jenis truk milik perusahaan perkebunan sawit, pertambangan dan perusahaan kayu mencapai 2.000 sampai 2.500 setiap harinya di Riau. Sebagian besar diantaranya berada di jalur Lintas Utara.

“Memang arus transportasi barang milik industri ini sangat besar pengaruhnya trhadap kerusakan jalan. Karena itu perlu ada solusi tepat untuk mengawasi keberadaan truk yang bermuatan berat ini agar tidak menyalani ketentuan,” ujarnya.

Oleh karenanya, saat ini Pemerintah Pusat telah melakukan feasibility study (FS) pengembangan jaringan rel kereta api yang nantinya akan diperuntukkan bagi penunjang kebutuhan ransportasi industri yang ada di Riau.

Bahkan kata Surya, Kementerian Perhubungan telah pula membuat Detailed Engineering Design (DED) dibeberapa wilayah yang ada di Riau. Artinya kata Surya, pusat memandang keberadaan kereta api ini sebagai solusi tepat untuk mengurangi kerusakan jalan di Riau, terutama jalan nasional.

“Baru terungkap ternyata Pemerintah Pusat sedang melakukan FS dan bahkan sudah ada dibeberapa wilayah yang sudah dibuat DED pengembangan jalur kereta api industri ini. Keberadaan jalur kereta api ini diharapkan bisa mengakomodir transportasi industri yang ada. Karena selama ini industri menggantungkan angkutan bahan industrinya menggunakan truk, dan sebagain besar selalu memaksakan mutan mereka hingga overload,”ujarnya.

Dengan telah dilakukan FS dan adanya DED tersebut, Surya mengaku akan terus melakukan lobi dan meyakinkan pusat agar segera merampung rencana pengembangan jaringan kereta api tersebut. ” Ini sudah mendesak, kalau kita biarkan nanti jalan-jalan kita semakin rusak parah. Jika nanti jalur kereta api ini ada, maka hasil olahan industri maupun bahan bakunya bisa diakomodir semua,” tandasnya. (**)