kemenagRokan Hulu (Segmennews.com)– Kepala Kantor Kemneterian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan safari Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kahfi Kec Bangun Purba, Rabu (24/7/2013) bertempat di Jalan Lintas Riau Sumut, Kepala Bondar, Tangun Kec Bangun Purba.

Hadir dalam safari Ramadhan tersebut, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Camat Bangun Purba Gorneng STIP, Ketua Yayasan Al-Kahfi H Syafi’i dan pengurus yayasan lainnya, Dewan Penyantun Drs H Abdul Wahid Nasution beserta donatur lainnya, Pimpinan Ponpes H Rasmin Lubis Lc, Majelis Guru, Kades setempat, santri/wati Ponpes Al-Kahfi, dan umat Islam lainnya.

Kakan Kemenag Rohul yang didaulat selaku pemberi tausiyah, menyatakan bahwa ponpes adalah basis kaderisasi ulama, yang telah melakukan tugasnya dengan baik selama ini, yaitu melahirkan ulama-ulama yang berperan dalam masyarakat, sebagai pembimbing, pembina dan pembawa angin perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Namun sangat disayangkan, tugas ini mengalami kemandekan akhir-akhir ini, sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan ulama. Hal ini disebabkan kurangnya minat masyarakat untuk bersekolah di ponpes dan terjadinya kekurang gairahan pengelola ponpes dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

Padahal sesungguhnya, saat ini model pendidikan pada ponpes banyak diadopsi oleh masyarakat, khususnya yang menamakan dirinya sekolah internasional. Sekolah internasional setidaknya mengadopsi system pendidikan ponpes dalam empat hal.

Pertama, sekolah internasional menggunakan boarding school atau asrama, yang menjadi cirri khas utama ponpes selama ini. Kedua, menggunakan pengantar bahasa internasional seperti bahasa Inggris, Arab dan lain sebagainya. Penggunaan bahasa internasional ini adalah ciri khas utama ponpes dan bahkan mata pelajarannya menggunakan buku-buku berbahasa Arab.

Ketiga, melahirkan kehususan tersendiri di masing-masing sekolah internasional. Hal ini sudah lama ada di ponpes, sehingga kalau diperhatikan kurikulum antar ponpes pasti berbeda, karena memang kompetensi produk (lulusan) nya berbeda-beda. Keempat, menanamkan sisten kemandirian, yang telah menjadi ciri khas utama pendidikan ponpes selama ini.

Kakan Kemenag Rohul berharap kepada seluruh santri/wati ponpes Al-Kahfi agar rajin belajar, sebab anda belajar di sekolah yang bernuansa masa depan dan menyiapkan generasi muda masa depan, sesuai dengan tantangan yang akan dihadapinya. (r4n/rls)