NananOegroJakarta (SegmenNews.com) – Teka-teki siapa pengganti Wakapolri Komjen Nanan Soekarna akhirnya terjawab. Sesuai prediksi pengamat, penggantinya adalah Kabaharkam Komjen Oegroseno. Namun, pihak Mabes Polri masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pergantian tersebut meskipun besok (1/8) Nanan sudah menyandang gelar purnawirawan polisi.

Informasi di internal Mabes Polri menyebutkan jika Oegroseno bakal menggantikan Nanan dan serah terima jabatan akan dilakukan paling lambat Jumat (2/8). Sebab, setelahnya akan ada libur panjang Idul Fitri. Saat itu, polisi bakal disibukkan dengan pengamanan dalam operasi ketupat. Sedangkan jika sertijab dilakukan setelah operasi ketupat, posisi wakapolri akan lowong cukup lama dan itu tidak baik untuk kepolisian.

Oegroseno merupakan polisi dengan karir yang cukup cemerlang. Dia pernah memegang beberapa jabatan penting dalam durasi waktu cukup lama. Misalnya Kapolda Sulteng pada 2005. Dia menjabat selama 17 bulan di kawasan konflik tersebut. Oegroseno juga sempat menjadi kadivpropam Mabes Polri dan kemudian bergeser menjadi Kapolda Sumut.

Oegro lalu ditarik kembali ke Mabes Polri menjadi Kalemdikpol selama setahun, sebelum akhirnya menjabat sebagai Kabaharkam. Karirnya selama menjabat Kapolda Sumut membuat dua penulis membuatkan dia biografi berjudul Pengabdian Polisi Tak Kenal Lelah. Buku tersebut diluncurkan pada 2011.

Oegro juga rekan seangkatan Nanan maupun Timur Pradopo. Mereka sama-sama alumnus Akpol 1978. Hanya saja, putra almarhum Brigjen (Pur) Rustam Santiko itu masih memiliki sisa usia karir sekitar setahun. Kondisi tersebut sama seperti Timur Pradopo yang seumuran dengannya. Hanya saja, Timur dipensiunkan lebih cepat oleh Presiden bulan depan demi persiapan pemilu 2014.

Meski begitu, belum jelas siapa yang akan mengantikan Oegroseno sebagai Kabaharkam karena telegram mutasi belum turun. Nama Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno disebut-sebut bakal mengisi posisi yang ditinggalkan perwira kelahiran 17 Februari 1956 itu. Dikonfirmasi mengenai info tersebut, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Agus Rianto tidak membantah maupun membenarkan. “Calon Waka (Wakapolri) pasti ada. Tapi lihat saja nanti, pasti diumumkan,” ujarnya kemarin.

Naiknya Oegroseno menjadi Wakapolri sudah diprediksi oleh beberapa pihak. Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Sanusi Pane misalnya, mengatakan jika pergantian Wakapolri merupakan bagian dari skenario dalam penunjukan Kapolri. “Oegroseno naik, lalu posisinya digantikan oleh Putut (Putut Eko Bayuseno),” terangnya.

Naiknya Putut menjadi Kabaharkam membuat pangkatnya juga naik satu bintang menjadi Komjen dan otomatis mermaikan bursa calon Kapolri. Neta memprediksi Putut bakal bersaing dengan Sutarman di babak akhir penunjukan Kapolri, karena sama-sama merupakan mantan ajudan Presiden.

Hanya saja, prediksi Neta sedikit berbeda dengan yang berkembang di internal Polri. Putut justru diprediksi tidak akan menjadi Kapolri karena usia karirnya masih terlalu muda. Sebagai alumnus Akpol 1984, tentu senioritasnya di Polri juga tidak akan begitu kuat. Di internal polri, isu yang berkembang adalah persaingan antara Sutarman (Akpol 1981) dan Anang Iskandar (Akpol 1982).

Terlebih, pencalonan Kapolri juga dipengaruhi dengan pencalonan Panglima TNI. Umumnya, Panglima TNI dan Kapolri berasal dari angkatan pendidikan yang sama. Karena Jenderal Moeldoko yang menjadi calon tunggal panglima TNI merupakan alumnus Akmil 1981, sulit membayangkan dia akan berpartner dengan adik angkatan yang terpaut tiga tahun.

(sumber : jpnn.com)