sholat jenazahDumai (SegmenNews.com– Para Narapidana binaan Rutan Dumai mengikuti pelatihan memandikan jenazah, 1 Agustus 2013 bertempat di Masjid al Maghfirah.

Kegiatan tersebut atas kerjasama pihak rutan dengan MUI dan MDI. Warga binaan rutan belajar saat menjelang sholat zuhur dengan dua sesi pelatihan: Memandikan
mayat dan Sholat jenazah. Empat orang instruktur dan pembantu instruktur dari MUI Kota Dumai turut andil membantu terselenggaranya kegiatan ini.

Kegiatan ini terinspirasi dari keinginan Ka Rutan Dumai untuk membekali para warga binaan dengan pengetahuan Islam yang sangat mendasar tentang penyelenggaraan jenazah, dan kepedulian MUI Kota Dumai akan minimnya pengetahuan ummat Islam tentang penyelenggaraan jenazah yang merupakan fardhu kifayah dan pastinya akan diperlukan oleh setiap keluarga Muslim.

Beberapa pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada MUI Kota Dumai bahwa saat ini sangat sulit untuk mencari orang yang memiliki keahlian dalam memandikan mayat dan memimpin penyelenggaraan jenazah.

Kepala Rutan Dumai Marten BcIP. SH. melalui Ketua Masjid al Maghfirah Arian Siswanto, S.Sos dalam sambutannya mengatkan menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada MUI Kota Dumai yang telah berusaha membantu Rutan Dumai dalam melaksanakan beberapa kegiatan pembinaan terhadap warga Binaan di Rutan Dumai termasuk Pelatihan Fardhu Kifayah yang dilaksanakan pada hari ini.

Untuk sesi pertama pelatihan di isi dengan tata cara pemandian mayat dipimpin oleh Drs.H. Aysari selaku
instruktur dan Drs. Damran NST tampil pada sesi kedua untuk pelatihan pelaksanaansholat Jenazah. Acara ini diikuti oleh lebih dari 30 orang peserta yang dipilihsecara selektif oleh pihak Rutan Dumai dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan serta khidmatnya pelatihan.

Pelatihan ini terlihat lebih unik berbanding pelatihan fardhu kifayah yang lainnya, karena beberapa warga binaan secara sukarela menawarkan diri untuk menjadi mayat yang dimandikan dan dikafankan serta disholatkan. Pertanyaan seputar penyelenggaraan jenazah juga banyak dilontarkan oleh para peserta sebagai bentuk kesungguhan danketertarikan mereka pada kegiatan ini.

Dari pantauan pengurus MUI Dumai dan Pengurus masjid al Maghfirah bahwa kesediaan beberapa warga binaan untuk bertindak sebagai mayat, Imam dan makmum adalah dari sebuah rasa keterpanggilan untuk lebih menghayati makna
kematian yang pasti mendatangi setiap manusia dan upaya ikhlas mereka untuk lebih dapat menginsafi semua kesalahan dan keterlanjuran yang pernah dilakukan di masa lalu.

Pelatihan ini lebih menekankan aspek pratek berbanding teori sehingga prakteknya dilaksankan beberapa kali secara berulang-ulang agar mudah dipahami.

MUI Kota Dumai akan melalukan evaluasi terhadap hasil pelatihan ini pada pelatihan fardhu kifayah Tahap II nantinya dan sekaligus melakukan ujian praktek dan teori kepada seluruh peserta pelatihan penyelenggaraan jenazah, dan akan memberikan sertifikat kelulusan kepada peserta yang lulus sebagai sarana dan alat yang dapat dipergunakan untuk mengabdi kepada masyarakat bersama pengurus masjid yang berdekatan dengan tempat tinggal warga binaan kelak bila meraka telah kembali ke masyarakat. (rls)