Mahasiswi dari forum Lembaga Dakwah Kampus melakukan unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (16/8). Mereka menyerukan agar negara-negara non blok melakukan upaya nyata untuk menghentikan pembantaian pada rakyat sipil oleh penguasa militer Mesir. TEMPO/Prima Mulia
Mahasiswi dari forum Lembaga Dakwah Kampus melakukan unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, (16/8). Mereka menyerukan agar negara-negara non blok melakukan upaya nyata untuk menghentikan pembantaian pada rakyat sipil oleh penguasa militer Mesir. TEMPO/Prima Mulia

Jakarta (SegmenNews.com)– Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia di Mesir. “Kami pastikan warga negara kita dalam keadaan baik,” kata Marty di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2013.

Menurut dia, beberapa warga Indonesia di Mesir juga telah ditempatkan di Kedutaan Besar RI di Kairo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan demi keselamatan warga Indonesia dari kondisi Mesir yang kian memanas.

Namun, Marty menyatakan belum perlu ada pemulangan warga Indonesia dari Mesir. “Saat ini disimpulkan belum perlu ada evakuasi,” ucapnya. Menurut dia, upaya pemulangan akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi di Mesir.

Ia mengatakan, saat ini pemerintah justru mengimbau warga Indonesia agar tak berkunjung ke Mesir melalui travel advisory yang dikeluarkan. Sayangnya, imbauan ini kurang mendapatkan perhatian warga.

“Saya masih menerima laporan katanya ada kelompok wisatawan yang masih pergi ke Mesir,” kata Marty.

Bentrokan terbaru di Mesir terjadi seusai salat Jumat ketika ribuan demonstran Ikhwanul Muslimin menuntut kembalinya Mursi ke kursi presiden. Jumlah korban tewas dalam kekerasan terbaru masih simpang siur.

Seorang petugas medis di rumah sakit lapangan di dekat Ramses Square mengatakan 54 orang telah tewas. Namun, kantor berita resmi al-Ahram menyatakan jumlah korban tewas hanya 17 orang.

Adapun di Mesir utara, sedikitnya 16 orang tewas dan 140 terluka dalam bentrokan terbaru antara pendukung Mursi dan militer di kota pesisir Alexandria. Di dekat Terusan Suez, tentara membubarkan kamp pendukung Mursi pada Jumat tengah malam. Tak ada korban jiwa yang dilaporkan.

sumber: tempo