Wabup Alfedri menyematkan tanda peserta rapat teknis
Wabup Alfedri menyematkan tanda peserta rapat teknis

Siak (SegmenNews.com)– Karbohidrat tak hanya bisa didapat dari beras, tapi bisa diperoleh dari jenis makanan lain seperti umbi-umbian dan lainnya. Petani juga bisa berhemat dan meningkatkan produksi beras untuk di import.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Siak saat membuka acara rapat teknis dan singkronisasi Program kegiatan ketahanan pangan di hotel Grand Mempura, Kamis (29/8/13). Katanya, satu hari saja tak mengkonsumsi nasi otomatis bisa menghemat dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Rp 70 triliun.

“Sumber makanan/ karbohidrat tidak hanya berasal dari beras saja, karena sumber makanan yang sebenarnya bisa diramu menjadi makanan yang sehat dan menyehatkan. Hal ini sudah diterapkan oleh Walikota Depok sewaktu saya mengikuti Rapat Kordinasi ketahanan pangan di Jakarta,” kata Wabup.

Dia juga mengharapkan para penyuluh agar meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan, apalgi saat ini telah diterbitkan majalah oleh BPPKP kabupaten Siak ini. Dengan adanya media tersebut dapat memberikan berbagai informasi-informasi dan teknologi baru yang dapat dibaca oleh tenaga penyuluh sehingga dapat diimplementasikan di tempat tugasnya masing-masing.

Penyuluh pertanian bukan saja sebagai jabatan fungsional tetapi juga sebagai profesi, sehingga tenaga penyuluh tidak saja mengandalkan tenaga profesional tetapi juga harus mampu menegakkan dan menerapkan disiplin ilmu dan teknologi yang diperlukan sesuai dengan kondisi di lapangan, dan dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah, dengan menanam tanaman pangan dan sayur-sayuran.

Sementar itu, Kepala Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan Kabupaten Siak, H. Sadikin menuturkan kinerja penyuluh saat ini mulai menunjukkan kemajuan yang nyata bila dibandingkan dengan awal era otonommi daerah, yaitu sejak disahkannya UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

“Sekarang ini penyuluh telah siap bangkit kembali dengan tekad kerja keras untuk mendampingi pelaku utama dan pelaku usaha dalam melaksanakan program Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,” ujarnya.

Untuk itu penyuluh yang professional perlu dukungan informasi tepat guna, bimbingan dalam melakukan pendampingan yang efektif dan efisien, pembinaan mental serta pengorganisasian didalam melaksanakan tugas sebagai penyuluh, karena penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan ditingkat lapangan.

Dari hasil rapat teknis ini nantinya diharapkan tercapainya persamaan persepsi dan mensinergikan program-program pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Rapat teknis ini berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 21-23 Agustus 2013 yang diikuti sebanyak 150 orang, terdiri dari kepala BPK dan Kepala TU, Penyuluh Lapangan, staff BPPKB Kabupaten Siak. (humas/rinto)